UMY Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia AI Lewat Program Magang Terstruktur
- Humas UMY
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan industri mampu menciptakan peluang besar bagi mahasiswa untuk berkembang dan berkontribusi dalam transformasi digital nasional.
Learning Agility untuk Hadapi Era AI
Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar gagasan futuristik, melainkan kenyataan yang telah meresap ke berbagai sektor kehidupan, dari hiburan, pendidikan, hingga bisnis. Di tengah transformasi digital yang semakin cepat, generasi muda dituntut untuk tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga memahami cara kerja dan potensi besar teknologi ini.
Menurut Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, AI bukan the future game, tapi the game of now. “Kalau kita tidak belajar AI sekarang, kita akan sangat tertinggal,” ujar Dian.
Learning agility, kemampuan untuk belajar dan beradaptasi secara cepat, sebut Dian, sebagai kompetensi utama yang harus dimiliki generasi muda. Ia menyebut bahwa kemampuan ini bahkan lebih penting daripada sekadar penguasaan satu bidang tertentu.
“Dulu kami bisa menyusun rencana bisnis untuk 10 tahun ke depan. Sekarang, membuat rencana lima tahun saja sudah sulit karena teknologi berubah begitu cepat. Maka yang paling penting bukan hanya punya rencana, tapi punya kemampuan untuk terus belajar,” ujarnya.
Learning agility, menurut Dian, bukan hanya soal kecepatan belajar, tetapi juga kemampuan memahami dan mengaplikasikan teknologi baru secara efektif. Di dunia kerja, hal ini menjadi pembeda antara talenta yang berkembang dan yang tertinggal. Mahasiswa yang mampu beradaptasi akan tetap relevan di tengah perubahan, sementara yang tidak siap akan tertinggal.
“Teknologi baru bisa muncul setiap saat. Karena itu, generasi muda harus terus mengasah soft skill, bukan hanya hard skill,” tambahnya.
Dian juga mengingatkan bahwa kemajuan AI berpotensi mengubah struktur pekerjaan di berbagai sektor. Beberapa profesi konvensional, seperti editor teks dan video, mulai tergantikan oleh sistem otomatis berbasis AI. Namun, ia menegaskan bahwa teknologi tidak akan sepenuhnya menggantikan manusia.