PSEL Hadapi Tantangan Sampah Organik Basah
- Istimewa
Namun, ia mengingatkan bahwa solusi teknologi tidak akan bertahan lama tanpa perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, pembangunan PSEL harus berjalan paralel dengan pemetaan sosial dan penguatan partisipasi komunitas. “Kalau hanya membangun PSEL tanpa melibatkan masyarakat, teknologi apa pun tidak akan bertahan lama. Idealnya, masyarakat dilibatkan melalui TPS3R, bank sampah, dan program serupa agar operasional PSEL bisa berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan tantangan dominasi sampah organik basah, proyek PSEL di Indonesia membutuhkan strategi terpadu. Tidak hanya soal teknologi insinerasi, tetapi juga soal pemilahan, pengeringan, dan keterlibatan masyarakat. Tanpa itu semua, ambisi menjadikan sampah sebagai sumber energi listrik berisiko terhambat oleh realitas karakteristik sampah domestik yang kompleks.