Rektor UNS Buka PKKMB 2026, 11.237 Mahasiswa Baru Hadapi Era AI
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Sebanyak 11.237 mahasiswa baru Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi memulai perjalanan mereka sebagai mahasiswa pada 2026.
Jumlah tersebut hanya sebagian dari total 164.292 pendaftar yang berebut kursi di perguruan tinggi negeri tersebut.
Angka itu disampaikan Rektor UNS Hartono saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNS 2026 di Auditorium UNS, Selasa (11/8/2026).
Hartono menyebut tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap UNS. Ia mengatakan UNS selama tiga tahun berturut-turut menempati posisi kedua perguruan tinggi negeri dengan jumlah peminat terbanyak di Indonesia.
Untuk jalur SNBP 2026, jumlah pendaftar UNS disebut mencapai sekitar 91.000 orang. Dalam data yang disampaikan Hartono, Universitas Indonesia berada di posisi pertama dengan sekitar 100.000 pendaftar, sedangkan Universitas Gadjah Mada berada di posisi ketiga dengan sekitar 84.000 pendaftar.
“UNS tahun ini menerima 11.237 mahasiswa baru dari total 164.292 pendaftar. Angka ini menunjukkan betapa tingginya kepercayaan masyarakat kepada Universitas Sebelas Maret,” ujar Hartono.
Namun, bagi Hartono, diterimanya ribuan mahasiswa baru tersebut bukanlah akhir dari sebuah persaingan. Justru, tantangan berikutnya baru dimulai.
Mahasiswa baru UNS kini memasuki dunia yang bergerak jauh lebih cepat dibandingkan masa sebelumnya. Perkembangan kecerdasan artifisial atau AI mulai mengubah cara manusia bekerja, sementara sejumlah profesi baru bermunculan dan pekerjaan yang selama ini dikenal ikut mengalami perubahan.
“Dunia yang akan saudara masuki adalah dunia yang bergerak sangat cepat. Kecerdasan artifisial berkembang dengan luar biasa. Teknologi mengubah cara manusia bekerja,” katanya.
Perubahan tersebut tidak berdiri sendiri. Mahasiswa juga akan berhadapan dengan persoalan global seperti perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, perubahan demografi dan kesenjangan sosial.
Karena itu, Hartono meminta mahasiswa tidak memandang perguruan tinggi hanya sebagai tempat untuk mendapatkan gelar.
Menurutnya, universitas harus mampu melahirkan pengetahuan, teknologi dan inovasi yang memberikan jawaban atas persoalan masyarakat.
“Universitas masa depan tidak cukup hanya mengejar publikasi dan pemeringkatan. Universitas harus mampu menjadi agen perubahan atau jangkar transformasi yang memandu perubahan masyarakat melalui ilmu pengetahuan, riset, inovasi, kebijakan berbasis bukti dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.