GPK Aliansi Tepi Barat Soroti Ketidakadilan Kasus Hukum di Magelang
- hermanto
MAGELANG , VIVA Jogja - Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Aliansi Tepi Barat Magelang kini turun jalan untuk menyuarakan keadilan bagi sejumlah kasus hukum yang terjadi di wilayah Magelang. Mereka mendatangi Polresta Magelang menyampaikan rasa ketidakadilan yang masih ditemukan di masyarakat.
Pujiyanto atau Yanto Pethuk selaku Koordinator GPK Aliansi Tepi Barat Magelang, mendesak pihak berwajib lebih tegas dalam menegakkan keadilan di Kota Magelang. Seperti halnya kasus hukum yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Magelang.
Meski pelaku sudah ditetapkan menjadi terdakwa, kata Puji, namun aktivitas terdakwa di pondok pesantren tersebut diduga masih terus berlangsung.
"Plang (papan nama) pondok pesantren itu hingga sekarang masih terpampang dan belum dilepas," ucap Yanto Pethuk pada Sabtu (15/2/2025).
Karena itu, Pujianto menyayangkan Kementrian Agama (Kemenag) yang dinilai lamban mengambil sikap. Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan dari Kemenag untuk melepas papan nama pondok tersebut.
"Harusnya kan ijin operasional pondok pesantren itu dicabut atau minimal dibekukan, agar tidak melukai perasaan korban dan keluarganya," tegas Yanto.
GPK Aliansi Tepi Barat mendesak aparat kepolisian untuk tidak hanya fokus pada kejahatan di ruang public. Namun juga focus di ruang tertutup seperti di pondok pesantren.
"Kami tak ingin pondok pesantren yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu, justru menjadi sarang predator seksual," tukas Pujiyanto.
Tak hanya itu, GPK Aliansi Tepi Barat juga menyoroti maraknya peredaran minuman keras dan kenakalan remaja di Magelang. Atas dasar itulah, pihaknya mendatangi Polresta Magelang melakukan audiensi menyampaikan kondisi masyarakat.
Sekedar informasi, GPK Aliansi Tepi Barat mendatangi Polresta Magelang untuk beraudiensi. Pujianto juga didampingi Gus Syarif, Ahmad Sholihudin serta jajaran pengurus lainnya.
Tak ketinggalan, Ketua GPK wilayah Borobudur, Jimmy dan Tim Hukum GPK, Gunawan Pribadi juga hadir menyampaikan informasi dan keadaan di masyarakat.
Sementara itu, Kasihumas Polresta Magelang, Iptu Lilik Purwaka membenarkan perihal kedatangan GPK. Kedatangan mereka disambut Kabag Ops, Kompol Eko Mardianto, Kasat Intelkam, Kompol R. Sudarto, dan beberapa pejabat utama Polresta Magelang.
Lilik berterima kasih atas kritik saran dan harapan yang diberikan GPK. Hal tersebut menjadi evaluasi untuk meningkatkan kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat.