Ramadan 2026, Program MBG Yogyakarta Hadir dengan Skema Baru

Dua bocah menikmati Makan Bergizi Gratis
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan, dengan sejumlah penyesuaian teknis agar sesuai dengan kebutuhan pelajar yang menjalankan ibadah puasa.

Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan bahwa seluruh dapur MBG ditargetkan beroperasi penuh pada Februari 2026. Hingga awal bulan ini, progres pembangunan dapur di tiap kemantren dan kelurahan sudah mencapai lebih dari 80 persen, dan sebagian besar siap digunakan. “Persiapan jelang Ramadan ini semua dapur harus selesai. Harapan kami bulan ini sudah bisa berjalan serentak,” ujarnya, Minggu (08/02/2026).

Selama Ramadan, makanan tidak lagi dikonsumsi di sekolah seperti biasanya, melainkan dibawa pulang. Skema ini menuntut penyesuaian menu agar lebih tahan lama dan tetap layak dikonsumsi saat berbuka. Penentuan komposisi gizi dan variasi menu menjadi tanggung jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan tetap mengacu pada standar dari pemerintah pusat.

Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata. Setiap dapur MBG diproyeksikan menyerap hingga 50 tenaga kerja, mayoritas warga lokal. Dengan target 20 dapur aktif di seluruh wilayah kota, program ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja. Angka ini menjadi kontribusi signifikan terhadap pengurangan pengangguran di Kota Yogyakarta, yang menurut data BPS 2025 masih berada di kisaran 4,8 persen.

Selain itu, MBG juga mendukung pemerataan akses gizi di kalangan pelajar. Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, sekitar 32.000 siswa SD dan SMP menjadi penerima manfaat program ini. Dengan adanya penyesuaian Ramadan, diharapkan seluruh siswa tetap mendapatkan asupan gizi seimbang meski pola konsumsi berubah.

Wawan menegaskan bahwa keberadaan Satgas MBG di tiap kemantren dan kelurahan akan memastikan distribusi berjalan lancar. “Satgas sudah terbentuk di semua wilayah, tinggal menunggu dapur selesai dibangun. Program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga soal pemerataan kesempatan kerja dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Dengan keberlanjutan program MBG selama Ramadan, Pemkot Yogyakarta berharap dapat menjaga kesehatan pelajar sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan dalam membangun kota yang sehat dan produktif.