UGM Ajak Guru dan Siswa Kediri Menyelami Dunia Kimia Lewat Bahan Alam Nusantara
- Dok Humas UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Guru kimia dan 100 siswa dari berbagai SMA di wilayah Kediri berkumpul untuk mengikuti workshop bertema “Bahan Alam Asli Indonesia: Manfaat dan Sumber Belajar Tanpa Batas”. Kegiatan ini digagas oleh Laboratorium Kimia Organik, Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan tujuan memperkuat kapasitas guru sekaligus menumbuhkan minat siswa terhadap sains, khususnya kimia, melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan menyenangkan.
Dr Endang Astuti, salah satu perwakilan Departemen Kimia FMIPA UGM, menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan bahan alam yang luar biasa dan dapat dijadikan media pembelajaran yang bernilai ilmiah tinggi. Menurutnya, guru dan siswa perlu terus didorong untuk mengeksplorasi potensi tersebut dengan pendekatan ilmiah agar pembelajaran kimia tidak hanya berhenti pada teori, melainkan juga menyentuh aspek kehidupan nyata. “Melalui bahan alam, kita bisa menunjukkan bahwa kimia ada di sekitar kita, bukan sesuatu yang abstrak dan sulit dipahami,” ujarnya.
Workshop ini juga menjadi bagian dari komitmen UGM dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sains di sekolah menengah. Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Laboratorium Kimia Organik, Dr. Deni Pranowo, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan motivasi siswa agar berani bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Kami ingin menunjukkan bahwa sains itu menyenangkan, inspiratif, dan aplikatif. Dengan cara ini, siswa bisa melihat bahwa ilmu pengetahuan adalah kunci penting dalam membangun masa depan bangsa,” katanya.
Respons peserta terhadap kegiatan ini sangat positif. Para siswa tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai dunia kampus dan peluang studi di FMIPA UGM, tetapi juga merasakan pengalaman langsung melalui eksperimen kimia yang aplikatif. Julita Sulistya Eka, siswa SMA Negeri 1 Kediri, mengaku awalnya menganggap kimia sebagai mata pelajaran yang sulit karena penuh teori. Namun setelah mengikuti sesi Fun Chemistry, ia menyadari bahwa kimia ternyata dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Saya jadi paham bahwa kimia itu ada di sekitar kita, bukan sekadar hafalan rumus,” ungkapnya dengan antusias. Hal senada disampaikan Yemima Brenda Chrissia dari SMA Negeri 1 Pare, yang menilai kegiatan ini membuka wawasan baru tentang dunia kampus dan memberi motivasi untuk meraih cita-cita.