Saat Mobil BPJS Keliling Berhenti di Balai Desa, Harapan Warga untuk Berobat Kembali Menyala

Warga ramai-ramai mendatangi layanan BPJS Keliling di Balai Desa Mranggen
Sumber :
  • VIVA Jogja/Stefy Thenu

Demak, VIVA Jogja - Hari itu, Kamis (4/6/2026), suasana Balai Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pagi, warga berdatangan membawa berbagai dokumen untuk memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan Keliling yang hadir langsung di tengah permukiman.

img_title Senyum Dibalik Perjuangan Tak Kenal Lelah, JKN Menjadi Penjaga Harapan Para Penyintas Penyakit Kronis

Fiqria Devi Ariyani, petugas BPJS Keliling

Photo :
  • VIVA Jogja/Stefy Thenu

Di dalam mobil layanan, Fiqria Devi Ariyani (34) sibuk melayani warga sambil memeriksa data kepesertaan melalui laptop. Dengan mengenakan seragam biru BPJS Kesehatan, ia memastikan setiap permohonan diproses dengan cepat sekaligus memberikan penjelasan mengenai hak dan kewajiban peserta JKN.

img_title Cakupan JKN Lampaui 99 Persen, BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan genjot Keaktifan Peserta

Di luar kendaraan, Muh Sukamto (52) bergerak sigap menyambut warga. Sebagai pengemudi BPJS Keliling, ia juga membantu memeriksa kelengkapan berkas, mengumpulkan fotokopi Kartu Keluarga, mencatat nomor rekening peserta, hingga mengarahkan warga agar proses pelayanan berjalan lancar.

"KK-nya boleh saya lihat dulu, Bu? Nomor rekeningnya juga dicatat ya," ucapnya ramah kepada setiap warga.

img_title Pemkot Yogya dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi JKN untuk Wujudkan Hasta Jogja Mulia

Muh Sukamto (baju hitam) petugas BPJS Keliling saat melayani warga

Photo :
  • VIVA Jogja/Stefy Thenu

Kolaborasi keduanya membuat antrean tetap tertib meski jumlah peserta terus bertambah hingga siang hari. Warga yang datang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Mranggen dengan beragam keperluan, mulai dari mengaktifkan kembali kepesertaan, mengganti data, hingga berkonsultasi mengenai tunggakan iuran.

Salah satu warga yang datang adalah Wini (63), warga Perum Pucanggading. Bersama adik iparnya, Dwi Apriana (51), ia memanfaatkan layanan BPJS Keliling untuk melunasi tunggakan iuran selama tiga tahun dengan nilai lebih dari Rp3 juta. Meski jumlahnya cukup besar, Dwi mengaku pelunasan dilakukan karena suaminya harus rutin menjalani kontrol jantung setelah pemasangan ring.

"BPJS Kesehatan sangat dibutuhkan karena suami saya harus kontrol jantung secara berkala. Sekarang kepesertaan kami sudah aktif kembali, jadi lebih tenang jika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan," ujar Dwi.

Dwi Apriana saat menunggu antrean

Photo :
  • VIVA Jogja/Stefy Thenu

Sementara Wini yang memiliki riwayat vertigo, diabetes, dan kolesterol mengaku layanan BPJS Keliling sangat membantu, terutama bagi masyarakat lanjut usia yang memiliki keterbatasan mobilitas. "Kami tidak perlu jauh-jauh ke kantor BPJS. Lebih dekat, lebih mudah, dan hemat biaya transportasi. Pelayanannya juga cepat sehingga kami tidak perlu menunggu lama," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title