116 Guru RA/TK Kulonprogo Ikuti Pelatihan AI untuk Tingkatkan Inovasi Pembelajaran

Guru Kulonprogo terima pelatihan Penguatan Kompetensi Digital melalui pemanfaatan Artificial Intelligence
Sumber :
  • Istimewa

KULONPROGO, VIVA Jogja -  Sebanyak 116 guru Raudhatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-kanak (TK) se-Kabupaten Kulonprogo mengikuti Pelatihan Penguatan Kompetensi Digital melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Aula PCNU Kulonprogo, Kamis (02/07/2026). Kegiatan ini digagas oleh Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kulonprogo sebagai upaya memperkuat kapasitas pendidik dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam mendukung pembelajaran anak usia dini yang lebih inovatif.

img_title UMY Perkuat Internasionalisasi Lewat Kolaborasi Akademik dan Beasiswa di Laos

Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para guru untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kulonprogo, M. Dwi Putranto, menekankan bahwa guru harus terus berinovasi agar kualitas pembelajaran di madrasah semakin meningkat. “Kami mendorong para guru untuk memanfaatkan teknologi sebagai penunjang pembelajaran. Dengan begitu, anak-anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ketua IGRA Kulonprogo, Rohma Nurmala, menambahkan bahwa penguasaan teknologi digital merupakan bagian integral dari peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, guru harus menjadi garda terdepan dalam proses digitalisasi madrasah. “Kami ingin guru semakin adaptif terhadap perkembangan digital. Dengan penguasaan teknologi, proses belajar mengajar akan lebih berkualitas dan sesuai kebutuhan anak usia dini,” tutur Rohma.

img_title Kolaborasi Mahasiswa UGM, UB, dan ITS Bangun Daya Saing Indonesia Lewat Talenta AI

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, yakni Achmad Subkhan dan Samsul Falak. Keduanya memberikan materi terkait pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Achmad Subkhan menjelaskan bahwa kecerdasan buatan dapat membantu guru menyusun perangkat ajar dan media interaktif secara lebih efisien. “AI memungkinkan guru untuk menghemat waktu dalam menyiapkan materi, sehingga mereka bisa lebih fokus mendampingi perkembangan karakter siswa,” jelasnya.

Sementara itu, Samsul Falak menekankan pentingnya kreativitas dan kebijaksanaan dalam penggunaan teknologi. Menurutnya, AI harus diintegrasikan secara bijak agar konten pembelajaran tetap menarik, edukatif, dan ramah bagi anak usia dini. “Guru harus mampu mengombinasikan teknologi dengan pendekatan kreatif. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya canggih secara digital, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak,” katanya.

img_title Transisi Penghapusan Guru Honorer 2027, Tantangan dan Harapan Pendidikan Nasional

Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai tantangan dan peluang digitalisasi pendidikan. Para peserta diajak untuk memahami bagaimana AI dapat digunakan dalam berbagai aspek pembelajaran, mulai dari pembuatan materi interaktif, evaluasi hasil belajar, hingga pengelolaan kelas berbasis data. Dengan pemahaman tersebut, guru diharapkan mampu mengoptimalkan teknologi untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan efektif.

Halaman Selanjutnya
img_title