Liburan di PerpusKota, Anak-anak Diajak Mengenal Warisan Budaya Yogyakarta
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Liburan sekolah tidak selalu identik dengan pusat perbelanjaan atau bermain gawai. Bagi puluhan siswa sekolah dasar di Kota Yogyakarta, liburan tahun 2026 justru menjadi kesempatan berharga untuk mengenal sejarah dan budaya lokal melalui program Liburan di PerpusKota yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta. Selama tiga hari, 30 Juni hingga 2 Juli 2026, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas literasi budaya di Perpustakaan PEVITA dan Kampung Wisata Purbayan, Kotagede.
Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Anak-anak tidak hanya membaca buku tentang sejarah, tetapi juga mengalaminya secara langsung. Aktivitas yang ditawarkan meliputi membuat pembatas buku, membatik, belajar membuat kue tradisional kembang waru, hingga menjelajahi kawasan bersejarah Kotagede. Dengan cara ini, peserta dapat memahami bahwa warisan budaya bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan bagian hidup yang perlu dijaga.
Pada hari kedua, peserta diajak membuat kembang waru, kuliner tradisional khas Kotagede yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Daerah Istimewa Yogyakarta. Kudapan berbentuk bunga waru ini dibuat dari tepung, telur, gula, santan, dan mentega, serta telah diwariskan sejak masa Mataram Islam. Anak-anak juga belajar membatik bersama perajin setempat, memperkuat keterampilan sekaligus mengenal proses kreatif yang menjadi identitas budaya Yogyakarta.
Hari terakhir menjadi puncak kegiatan dengan jelajah kawasan Kotagede. Peserta mengunjungi Masjid Gedhe Mataram, Kompleks Makam Kotagede, Sendang Seliran, Between Two Gates, Watu Gilang dan Watu Gatheng, Benteng Cepuri, hingga Rumah Indisch Kotagede. Jelajah ini memberikan pengalaman nyata tentang sejarah panjang Kotagede sebagai pusat kerajaan Mataram Islam sekaligus kawasan budaya yang masih hidup hingga kini.
Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Gemar Membaca DPK Kota Yogyakarta, Rina Aryati Nugraha, menegaskan pentingnya mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak sejak dini. “Sejarah perlu dikenalkan agar mereka mengetahui kekayaan yang dimiliki Kota Yogyakarta. Ke depan, merekalah yang akan melestarikannya,” ujarnya. Rina juga menekankan bahwa pemilihan kembang waru sebagai materi praktik merupakan bagian dari pelestarian rasa tradisional yang sudah dikenal sejak masa kerajaan. “Dulu kembang waru merupakan makanan mewah di lingkungan keraton. Anak-anak perlu mengenal cita rasa asli yang sudah ada sejak lama, bukan hanya makanan modern,” tambahnya.