Senyum Dibalik Perjuangan Tak Kenal Lelah, JKN Menjadi Penjaga Harapan Para Penyintas Penyakit Kronis

Eva Setiawati bersama sang putri Azalea dan suami tercinta
Sumber :
  • VIVA Jogja/Stefy Thenu

Semarang, VIVA Jogja - Wajah ceria Azalea Malika tak menunjukkan bahwa gadis berusia tujuh tahun itu tengah berjuang melawan leukemia. Di balik senyumnya, tersimpan kisah ketabahan yang dijalani bersama kedua orang tuanya, Eva Setiawati (34) dan Zubaidi (52), warga Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

img_title Saat Mobil BPJS Keliling Berhenti di Balai Desa, Harapan Warga untuk Berobat Kembali Menyala

Perjalanan itu bermula saat Azalea berusia tiga setengah tahun. Ia mengalami demam tinggi selama lebih dari tiga hari yang disusul kondisi tubuh pucat. Setelah beberapa kali menjalani transfusi darah, dokter mencurigai adanya kelainan darah dan merujuk Azalea ke RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Sejak September 2023 hingga Januari 2024, Azalea menjalani serangkaian pemeriksaan. Baru setelah tiga kali pemeriksaan bone marrow puncture (BMP), dokter memastikan ia mengidap leukemia jenis Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) risiko standar.

img_title Hari Peduli HIV & AIDS Nasional 10 April, Berani Peduli, Berani Setia: Lawan HIV dengan Empati, Bukan Stigma

"Saya sangat shock saat mendengar harus menjalani kemoterapi. Yang terbayang rambut rontok dan kondisi anak semakin lemah. Ternyata setelah dijalani tidak seperti yang saya bayangkan," ujar Eva, saat ditemui VIVA Jogja, Senin (8/6/2026).

Sejak Januari 2024, Azalea menjalani kemoterapi di Gedung Kasuari RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pada tahun pertama ia harus bolak-balik ke rumah sakit dan hampir setiap bulan menjalani transfusi darah. Kini kondisinya terus membaik sehingga kontrol dilakukan setiap enam minggu sekali.

img_title Sri Sultan Pastikan Mahasiswa Luar DIY Tetap Terjamin Akses BPJS Kesehatan

Selama menjalani pengobatan, keluarga menerapkan pola hidup sehat. Azalea hanya mengonsumsi makanan yang dimasak di rumah, menghindari makanan instan dan berpengawet. Meski masih dalam masa pengobatan, ia tetap bersekolah di SDN Ngijo I dengan pengawasan orang tua.

Eva bersyukur kondisi putrinya terus menunjukkan perkembangan positif. Rambut Azalea tidak sampai rontok selama kemoterapi, hanya sempat menipis pada awal pengobatan.

Menurut Zubaidi, perjuangan mereka tidak lepas dari dukungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.

"BPJS Kesehatan sangat membantu kami. Selama berobat tidak ada kendala. Kalau harus membayar sendiri, kami tidak akan sanggup menanggung biaya pengobatan sebesar ini," katanya.

Sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), seluruh proses pengobatan Azalea dapat dijalani sesuai prosedur, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga perawatan di RSUP Dr. Kariadi.

Halaman Selanjutnya
img_title