Salma, Putri Penjual Air Minum di Sleman, Raih Kuliah Gratis Psikologi UGM
- Dok Humas UGM
VIVA Jogja - Kisah perjuangan seorang ibu tunggal di Sleman kembali mengingatkan bahwa harapan tidak pernah padam meski hidup penuh keterbatasan. Riyanti, seorang janda berusia 48 tahun yang sehari-hari berjualan air minum kemasan, berhasil mengantarkan putrinya, Salma Nadhifah Hasna Khairiyyah, diterima di Program Studi Psikologi Universitas Gadjah Mada melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Lebih membahagiakan lagi, Salma memperoleh subsidi UKT 100 persen sehingga bisa berkuliah tanpa biaya.
Salma yang tinggal di padukuhan Nogosari, Desa Sidokarto, Godean, Sleman, tampak sumringah saat menceritakan perjalanan panjang menuju kampus impiannya. Ia mengaku dukungan sang ibu menjadi sumber kekuatan terbesar. Riyanti masih mengingat betul masa-masa sulit setelah suaminya meninggal pada 2021. Kehilangan tulang punggung keluarga membuatnya harus memulai hidup dari nol. Tanpa pekerjaan tetap, ia menerima tawaran berjualan air minum kemasan. Dari usaha kecil itu, ia bertahan hingga kini dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan.
Setiap hari, Riyanti mengandalkan telepon genggam untuk menerima pesanan melalui WhatsApp, lalu mengantarkan dagangannya ke warung-warung atau pelanggan. Meski kadang dagangan laku dan kadang tidak, ia tidak pernah menyerah. Baginya, sebagai orang tua tunggal, ia harus tetap kuat demi anak-anaknya. Riyanti selalu menanamkan semangat kepada Salma bahwa pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang lebih baik. Ketika Salma menyampaikan keinginannya kuliah di UGM, Riyanti mendukung sepenuh hati meski belum tahu bagaimana biaya akan terpenuhi.
Dukungan itu menjadi energi besar bagi Salma selama bersekolah di SMAN 1 Godean. Selain berprestasi akademik, ia aktif di kegiatan ekstrakurikuler, terutama jurnalistik. Momen paling berkesan baginya adalah saat pengumuman SNBP. Hari itu ia masih harus mengikuti ujian sekolah hingga siang. Setelah pulang, ia menenangkan diri dengan salat Ashar sebelum membuka hasil seleksi. Ketika layar menunjukkan dirinya diterima di Psikologi UGM, suasana rumah langsung dipenuhi tangis haru. Kebahagiaan semakin lengkap ketika diketahui bahwa UGM memberikan subsidi UKT penuh.
Salma mengaku tidak pernah menyangka akan mendapat bantuan sebesar itu. “Keadaan ekonomi memang sulit, tetapi ternyata alhamdulillah UGM memberi subsidi sampai 100 persen dan itu di luar bayangan saya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Ia menyebut ibunya sebagai sosok paling berpengaruh dalam hidupnya. “Peran ibu sangat penting bagi saya. Beliau sosok yang kuat, selalu memberi support. Saya tidak akan berada di titik ini tanpa ibu saya. Makasih umi,” tuturnya penuh haru.