UGM Bangun Smart Eco Bioproduction, Dorong Swasembada Pangan dan Kedaulatan Benih Nasional
- Dok Humas UGM
SLEMAN, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional. Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia, menyampaikan bahwa riset dan inovasi yang dilakukan para peneliti di kampus Bulaksumur akan diarahkan untuk menjawab tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, mulai dari dampak el Nino, perubahan iklim, hingga konversi lahan. Menurutnya, modernisasi sarana produksi, penerapan smart farming, dan pengembangan teknologi berbasis bioteknologi menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan. “Swasembada pangan adalah prioritas bangsa dan negara. UGM siap mendukung misi ini melalui riset dan hilirisasi inovasi,” tegas Ova saat meresmikan pembangunan Gedung Smart Eco Bioproduction di Fakultas Pertanian, Jumat (10/07/2026).
Gedung Smart Eco Bioproduction dirancang sebagai pusat riset modern yang memadukan kecerdasan buatan, bioteknologi, pertanian presisi, efisiensi sumber daya, serta prinsip ekonomi sirkular. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memiliki potensi komersial tinggi. Rektor menambahkan, capaian riset UGM di bidang hortikultura menunjukkan bahwa universitas memiliki peran strategis dalam memperkuat kedaulatan benih nasional. “Inovasi yang dikembangkan UGM terbukti memiliki nilai komersial sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian,” ujarnya.
Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof Ir Jaka Widada, menilai pembangunan gedung ini sebagai langkah strategis untuk mendukung pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian. Ia berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar sehingga dapat memberikan manfaat bagi generasi penerus. “Smart Eco Bioproduction akan menjadi program yang bermanfaat untuk mewujudkan generasi penerus pertanian Indonesia,” kata Jaka.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, menambahkan bahwa UGM tengah menyiapkan tujuh unit greenhouse di kawasan Fakultas Pertanian. Greenhouse tersebut akan mempercepat proses pemuliaan tanaman dan pengembangan varietas unggul. Selain itu, UGM juga akan mengintegrasikan para peneliti benih dari berbagai fakultas untuk memperkuat ekosistem riset. Salah satu hasil nyata adalah pengembangan Melon Hibrida Premium yang telah dipanen perdana. Produk unggulan ini menjadi bukti bahwa riset UGM tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang siap dimanfaatkan masyarakat.