MGMP PAI SMP di Kulonprogo Dorong Agama Jadi Pusat Aktivitas Pendidikan
- Istimewa
KULONPROGO, VIVA Jogja - Agama harus ditempatkan sebagai fondasi utama dalam dunia pendidikan. Hal itu menjadi pesan utama dalam pembinaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Pertama (MGMP PAI SMP) yang berlangsung di Aula PLHUT Kantor Kementerian Agama Kulonprogo, Rabu (29/07/2026) pagi. Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa pola pendidikan anak harus menempatkan agama pada posisi tertinggi agar pembelajaran tidak hanya menyentuh aspek intelektual, tetapi juga meresap ke hati dan membentuk karakter.
Pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai agama diyakini lebih mudah diterima oleh anak karena mampu menembus batas rasionalitas. Guru agama disebut memiliki peran sentral sebagai penggerak seluruh aktivitas pendidikan. Dengan menjadikan agama sebagai pusat aktivitas, anak-anak diharapkan dapat lebih mudah memahami pelajaran, bukan hanya secara kognitif tetapi juga secara emosional dan spiritual.
Dalam pembinaan itu juga disampaikan bahwa guru agama harus terlebih dahulu menyelesaikan persoalan dalam dirinya sendiri sebelum membimbing murid. Jika guru agama masih menjadi sumber masalah, maka sulit bagi mereka untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi siswa. Forum MGMP diharapkan menjadi wadah refleksi dan introspeksi bersama, tempat para guru saling memperbaiki diri dan memperkuat komitmen mereka terhadap pendidikan berbasis agama.
Selain itu, pengelolaan pendidikan agama tidak boleh berhenti di ruang kelas. Guru diminta membangun sinergi dengan pihak-pihak terkait agar pendidikan agama tetap terpantau saat anak berada di rumah maupun di masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan agama tidak hanya bergantung pada kurikulum formal, tetapi juga pada keterlibatan keluarga dan komunitas.
Salah satu kunci keberhasilan pendidikan anak adalah mengajar dengan cinta. Guru agama diminta melandasi pengajaran dengan sifat-sifat Jamaliyah dari Allah SWT, sehingga anak-anak dapat menerima pembelajaran dengan penuh rasa kasih sayang. Pendidikan yang dilandasi cinta diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna, sekaligus menumbuhkan rasa hormat serta kedekatan emosional antara guru dan murid.
Pembinaan MGMP PAI SMP ini menjadi momentum penting bagi para guru agama di Kulonprogo untuk memperkuat komitmen mereka dalam menjadikan nilai-nilai religius sebagai fondasi utama pendidikan. Pendidikan agama bukan sekadar mata pelajaran, melainkan ruh yang menghidupkan seluruh proses pembelajaran. Dengan menjadikan agama sebagai pusat aktivitas, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat.