Kontingen Pramuka Gunungkidul Siap Berlaga di Jambore Nasional 2026, Bupati Tekankan Semangat Persatuan dan Kemandirian
- Dok Pemkab Gunungkidul
GUNUNGKIDUL, VIVA Jogja – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul secara resmi memberangkatkan kontingen Gerakan Pramuka untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Pelepasan kontingen dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sebuah acara yang digelar di Ruang Bhumikarta, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Selasa (04/08/2026).
Momentum pelepasan tersebut menjadi penanda kesiapan para anggota Pramuka Penggalang terbaik asal Gunungkidul untuk mengikuti pertemuan Pramuka tingkat nasional yang akan digelar pada 13–20 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan harapan agar seluruh peserta mampu memanfaatkan ajang tersebut sebagai ruang pembelajaran, pengembangan karakter, sekaligus memperluas persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menjelaskan bahwa kontingen yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi panjang yang telah dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan peserta yang terpilih memiliki kemampuan, kedisiplinan, dan semangat kepramukaan yang baik sehingga mampu mewakili Kabupaten Gunungkidul di tingkat nasional.
Ia mengatakan, sebanyak 34 anggota Pramuka Penggalang ditetapkan sebagai peserta inti. Mereka berasal dari berbagai satuan pendidikan mulai tingkat SD, MI hingga SLB. Komposisi kontingen terdiri atas 16 peserta putra, 16 peserta putri, serta dua peserta penyandang disabilitas yang turut mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan nasional tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap kepramukaan yang inklusif. Seluruh peserta nantinya akan didampingi delapan pembina yang bertugas memberikan pendampingan sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dengan baik.
Menurut Nunuk, persiapan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis kepramukaan, tetapi juga menyentuh aspek pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, hingga pengenalan seni dan budaya daerah. Seluruh materi diberikan agar peserta mampu tampil percaya diri sekaligus menjadi representasi terbaik Kabupaten Gunungkidul ketika berinteraksi dengan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menilai Jambore Nasional bukan sekadar agenda perkemahan biasa. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wadah penting bagi Pramuka Penggalang untuk menempa mental, melatih kemandirian, membangun rasa tanggung jawab, serta memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa.