Anas Vianto, Siswa SLB Bina Siwi Bantul, Raih Juara I LKSN Nasional Cabang Tata Busana

Anas Vianto, siswa berusia 17 tahun dari SLB Bina Siwi Pajangan, Bantul
Sumber :
  • Istimewa

BANTUL, VIVA Jogja - Sebuah prestasi membanggakan kembali lahir dari dunia pendidikan khusus di Yogyakarta. Anas Vianto, siswa berusia 17 tahun dari SLB Bina Siwi Pajangan, Bantul, berhasil menorehkan sejarah dengan meraih Juara I Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) 2026 cabang tata busana. Keberhasilan ini diumumkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Jumat (07/08/2026) pukul 14.00 WIB, dan langsung disambut dengan rasa bangga oleh keluarga besar sekolah serta masyarakat Bantul.

img_title Ancaman Leptospirosis Membayangi Bantul, Enam Nyawa Melayang

Anas sebelumnya telah menunjukkan bakat luar biasa dengan meraih juara pada LKSN tingkat Provinsi DIY. Prestasi itu mengantarkannya menjadi wakil DIY di ajang nasional. LKSN tahun ini dilaksanakan secara daring, dengan peserta diminta mengirimkan video rekaman proses pembuatan karya. Untuk Anas, proses pembuatan video karya tata busana difasilitasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY. Dukungan penuh dari pihak sekolah dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan Anas pada pencapaian tertinggi di tingkat nasional.

Kepala SLB Bina Siwi, Mugiyanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Anas menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. “Prestasi Anas diharapkan menjadi pelecut semangat bagi siswa-siswa lain di SLB Bina Siwi untuk terus belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki keistimewaan masing-masing, dan dengan pembinaan serta kesempatan yang tepat, mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

img_title Bantul Kembangkan Inovasi Budidaya Air Payau untuk Dorong Ekonomi Pesisir

Guru pembimbing Anas, Kisti Wardani, S.Pd., juga mengungkapkan rasa haru atas keberhasilan anak didiknya. Ia menuturkan bahwa proses pendampingan dilakukan dengan penuh kesabaran agar Anas mampu mengembangkan keterampilannya di bidang tata busana. “Kami selalu berusaha memberikan arahan dan motivasi, agar Anas percaya diri dengan kemampuannya. Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya gelar juara pertama di tingkat nasional,” katanya.

Prestasi Anas tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga memberikan pesan penting bagi masyarakat luas. Bahwa keterbatasan intelektual bukanlah alasan untuk menyerah, melainkan tantangan yang bisa diatasi dengan dukungan, kesempatan, dan pembinaan yang tepat. Kisah Anas menjadi inspirasi bahwa siswa berkebutuhan khusus mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional, bahkan dalam bidang yang menuntut kreativitas tinggi seperti tata busana.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title BLK Bantul Gelar Pelatihan Perakitan Handphone dan Administrasi Perkantoran untuk Tekan Pengangguran