SMK Muhammadiyah Prambanan Terapkan SIKOMHATI.ID, Prof Puji Lestari Dorong Siswa Stop Bullying
- Istimewa
SLEMAN, VIVA Jogja – Upaya mencegah praktik bullying dan cyberbullying di kalangan pelajar terus digencarkan melalui berbagai inovasi pendidikan. Salah satunya diterapkan di SMK Muhammadiyah Prambanan yang mulai mengimplementasikan prototipe literasi digital SIKOMHATI.ID. Program ini digelar pada Selasa, 11 Agustus 2026, dengan melibatkan siswa dari berbagai jurusan, guru, serta tim peneliti perguruan tinggi. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu membentuk budaya komunikasi yang sehat di lingkungan sekolah berbasis smart school.
Program tersebut dipimpin oleh Prof Puji Lestari, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta sekaligus penggagas Teori Komunikasi Hati. Ia hadir bersama tim peneliti yang terdiri dari Dr Dani Fadilah dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Dra Sri Isworo Ediningsih, MM dari UPN Veteran Yogyakarta. Dalam pemaparannya, Prof. Puji memberikan motivasi kepada siswa agar memiliki semangat belajar dan karakter positif. Ia menekankan pentingnya komunikasi hati sebagai landasan hidup harmoni. “Siswa yang ada di sini adalah generasi penerus bangsa. Mari implementasikan komunikasi hati agar hidup harmoni,” ujarnya.
Prof Puji juga membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. Lahir dari keluarga sederhana dengan ayah yang putus sekolah di kelas tiga SD dan bekerja sebagai buruh bangunan, serta ibu yang hanya lulus SD, ia tetap bertekad menempuh pendidikan tinggi. Meski orang tuanya kerap menjadi bahan ejekan tetangga, ia menjadikan pengalaman itu sebagai energi positif untuk meraih kesuksesan. “Saya olah rasa, empati kepada orang tua, dan tekad untuk sekolah setinggi mungkin. Hasilnya, saya bisa mencapai S1, S2, S3, dan dikukuhkan sebagai profesor pertama di FISIP UPNVY. Dari pengalaman itu lahirlah Teori Komunikasi Hati,” ungkapnya.
Menurutnya, komunikasi hati dimulai dari olah pikir dan olah rasa. Pikiran diarahkan pada hal-hal positif, menghindari overthinking, sementara perasaan negatif diolah menjadi energi positif. “Buang sampah hati, ubah menjadi energi yang membangun empati dan kedamaian. Dengan komunikasi hati, kita bisa berkomunikasi dengan baik dan mencapai kedamaian diri,” tambahnya.
Program ini juga mendapat dukungan dari Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekomdik) DIY. Tim pengembang SIKOMHATI.ID, Erick Syafriatna, S.Kom, menjelaskan cara penggunaan aplikasi kepada peserta, mulai dari login, mengerjakan pretest, mempelajari konten literasi komunikasi hati, hingga mengunduh sertifikat hasil pembelajaran. Staf Kurikulum SMK Muhammadiyah Prambanan, Bunga Satya Hardika, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, bullying masih rentan terjadi di kalangan siswa generasi Z dan Alpha. “Kadang siswa melakukan bullying ringan tanpa sadar, tetapi dampaknya bisa mengganggu temannya,” katanya.