Politeknik ATK Yogyakarta Kukuhkan Mahasiswa Baru di Dies Natalis ke-68, Teguhkan Peran Vokasi Industri
- DOK Humas Politeknik ATK Yogyakarta
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Politeknik ATK Yogyakarta merayakan Dies Natalis ke-68 sekaligus membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 melalui Sidang Senat Terbuka, Selasa (01/09/2026). Perayaan ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang sejak berdiri pada 1958 serta penegasan komitmen kampus vokasi ini dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bersaing di dunia industri.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pejabat Kementerian Perindustrian, mitra industri, pimpinan perguruan tinggi, alumni, sivitas akademika, serta mahasiswa baru. Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) yang juga menjabat Plt. Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian RI, Emmy Suryandari, hadir bersama Sekretaris BPSDMI Dr. Sidik Herman dan Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi BPSDMI Wulan Aprilianti Permatasari. Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah terhadap penguatan pendidikan vokasi sebagai tulang punggung industrialisasi nasional.
Dalam sambutannya, Emmy menekankan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri. Politeknik ATK Yogyakarta, menurutnya, memiliki posisi strategis karena fokus pada bidang alas kaki, kulit, karet, dan plastik—sektor yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga terampil. “Kompetensi teknis dan keterampilan relevan harus terus dibangun agar selaras dengan kebutuhan industri. Pendidikan vokasi adalah bagian dari upaya memastikan kemerdekaan yang kita raih memberi manfaat nyata bagi perekonomian bangsa,” ujarnya.
Direktur Politeknik ATK Yogyakarta, Dr Sonny Taufan, menegaskan bahwa Dies Natalis ke-68 bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum refleksi perjalanan panjang institusi. Sejak berdiri pada 1958, kampus ini telah bertransformasi menjadi pusat unggulan penyedia SDM industri alas kaki, penyamakan kulit, karet, dan plastik. Sonny menekankan bahwa capaian akademik dan tata kelola menjadi bukti komitmen kampus dalam menjaga mutu. Program Studi Teknologi Pengolahan Kulit (TPK) berhasil meraih Akreditasi Unggul dengan nilai 361, sementara Program Studi Teknologi Pengolahan Produk Kulit (TPPK) memperoleh predikat Baik Sekali dengan nilai 346. Dari sisi tata kelola, Politeknik ATK Yogyakarta telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada Desember 2025 dan kini tengah mengusulkan transformasi menuju Badan Layanan Umum (BLU).