UGM Ungkap Fenomena Clickbait dalam Konten Afiliasi

Tim Program Kreativitas Mahasiswa UGM Riset Sosio Humaniora (PKM-RSH). Mereka meneliti praktik clickbait dalam konten afiliasi
Sumber :
  • Dok Humas UGM

img_title Strategi Kreatif Antar Mahasiswa UGM Raih Runner-up Kompetisi Marketing Nasional

SLEMAN, VIVA Jogja - Perkembangan ekonomi digital membawa perubahan besar dalam pola kerja masyarakat. Salah satu bentuk pekerjaan yang kini banyak digeluti adalah sebagai affiliate marketer, atau affiliator, yang bertugas mempromosikan produk pihak lain melalui tautan di media sosial. Dari setiap klik yang dilakukan pengguna, affiliator berpotensi memperoleh komisi. Namun, di tengah persaingan ketat memperebutkan perhatian audiens, muncul fenomena penggunaan clickbait atau umpan klik yang kerap memanfaatkan isu hangat demi menarik rasa penasaran.

Fenomena ini menjadi perhatian lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosio Humaniora (PKM-RSH). Mereka meneliti praktik clickbait dalam konten afiliasi di aplikasi X dengan judul penelitian “Harga Sebuah Klik: Praktik Umpan Klik dalam Konten Afiliasi di Aplikasi X sebagai Konsekuensi Ekonomi Atensi dalam Ekonomi Gig.” Tim tersebut terdiri atas Widyastri Prabaningrum dan Nayla Devira Cahyani dari Ilmu Komunikasi angkatan 2024, Upik Maulia dari Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial angkatan 2023, Rizki Laidha Putri dari Ilmu Hukum angkatan 2024, serta Dini Rindang Ekarini dari Ilmu Ekonomi angkatan 2023.

img_title UGM Kembangkan Sistem Berbasis AI untuk Prediksi Dini Wabah Demam Berdarah

Penelitian ini berangkat dari temuan tim terhadap sebuah utas di aplikasi X yang semula tampak membahas isu terkini. Namun, ketika ditelusuri lebih jauh, utas tersebut ternyata dipenuhi tautan afiliasi produk e-commerce. Di bawah bimbingan dosen Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas, S.I.P., M.A., tim mengkaji fenomena tersebut melalui perspektif ekonomi politik komunikasi Vincent Mosco. Mereka menemukan bahwa perhatian pengguna kini memiliki nilai ekonomi, karena setiap klik dapat dikonversi menjadi komisi bagi affiliator.

Ketua tim, Widyastri, menyampaikan kekhawatiran bahwa praktik clickbait berpotensi merusak ruang digital. “Kami khawatir jika praktik ini dibiarkan terus berlangsung, ruang digital yang seharusnya menjadi tempat berbagi informasi kredibel justru mengalami degradasi karena dipenuhi konten yang mengeksploitasi rasa penasaran audiens demi keuntungan komersial,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

img_title PSPD UGM Soroti Pentingnya Peran Petani Kecil dalam Industri Sawit Berkelanjutan di Forum IMF-Bank Dunia

Menariknya, hasil penelitian menunjukkan bahwa konten yang memancing rasa penasaran tidak selalu berhasil mendatangkan klik. Dari kuesioner terhadap 387 responden, sebagian besar audiens justru merasa terganggu dengan konten afiliasi yang menggunakan clickbait. Respons yang muncul lebih banyak berupa rasa kesal, dan kecenderungan untuk tidak mengklik tautan. Sebaliknya, konten afiliasi yang disajikan tanpa clickbait justru lebih mendorong audiens untuk mengeklik tautan yang dibagikan.

Halaman Selanjutnya
img_title