Perguruan Tinggi Didorong Mandiri Finansial Lewat Optimalisasi Aset dan Riset

Prof Ir Dwikorita Karnawati, dalam pelatihan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi Angkatan 1 Tahun 2026
Sumber :
  • Dok Humas UGM

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Kemandirian finansial perguruan tinggi menjadi salah satu isu penting dalam mendorong transformasi tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi diimbau untuk tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah maupun Uang Kuliah Tunggal (UKT), tetapi juga mampu menggali potensi aset, riset, inovasi, serta kerja sama yang dimiliki agar dapat menghasilkan sumber pendapatan berkelanjutan dengan tetap menjaga prinsip tata kelola yang baik.

img_title UGM Luncurkan Subsidi Pelayanan Koas, Ringankan Beban Calon Dokter Gigi

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2014–2017, Prof Ir Dwikorita Karnawati, dalam pelatihan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Angkatan 1 Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Senat UGM. Dwikorita menekankan bahwa perguruan tinggi harus mampu mengidentifikasi potensi yang ada dan mengelolanya secara profesional agar memberikan manfaat jangka panjang. “Perguruan tinggi perlu melihat kembali potensi yang dimiliki, baik dari sisi aset, riset, inovasi, maupun kerja sama. Yang penting bukan sekadar menghasilkan pendapatan, tetapi bagaimana seluruh potensi tersebut dikelola dengan tata kelola yang baik dan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan mindset dan budaya pengelolaan perguruan tinggi menjadi kunci utama dalam membangun kemandirian finansial. Menurutnya, meski tidak mudah, sejumlah perguruan tinggi telah mulai mengembangkan sumber pendapatan melalui pemanfaatan aset, teaching factory, teaching industry, serta human capital. “Saya masih optimis di tengah pesimisme. Memang perubahan mindset dan culture bukan hal yang mudah, tetapi dari diskusi ini sudah terlihat bahwa Bapak-Ibu Rektor dan Direktur mulai melakukan berbagai upaya untuk menambah dan menguatkan kemandirian anggaran,” katanya.

img_title Fakultas Farmasi UGM Raih Peringkat Tertinggi Nasional dan Masuk Top 500 Asia

Dwikorita juga menyoroti peran generasi muda yang dinilai memiliki kecenderungan lebih kuat terhadap kewirausahaan. Ia berharap upaya yang dilakukan perguruan tinggi saat ini dapat menjadi bekal bagi generasi berikutnya untuk mengembangkan institusi dengan pola pikir yang lebih mandiri dan inovatif. “Semoga apa yang Bapak-Ibu lakukan hari ini menjadi berkah awal untuk membekali generasi berikutnya yang lebih memiliki jiwa entrepreneur. Mungkin dalam lima atau sepuluh tahun ke depan, ceritanya akan berbeda. Para pemimpin berikutnya dapat melanjutkan dan mengembangkan apa yang sudah dimulai hari ini,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya
img_title