Tim KHAD ECO Diesel UMY Raih Podium di KMHE 2026
- Dok Humas UMY
BANTUL, VIVA Jogja - Konsistensi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam mengembangkan kendaraan hemat energi kembali membuahkan hasil membanggakan. KHAD ECO Team Diesel UMY berhasil meraih Juara 3 pada ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 yang digelar di Jember pada 3–4 Oktober. Tim ini mencatat efisiensi luar biasa dengan capaian 364,12 kilometer per liter pada kategori Prototype Motor Pembakaran Dalam (MPD) Diesel.
Kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menampilkan inovasi kendaraan hemat energi. Bagi KHAD ECO Team Diesel UMY, capaian ini merupakan hasil kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan selama tiga tahun terakhir. Sejak pertama kali mengikuti KMHE pada 2024, tim terus melakukan evaluasi dan pengembangan berdasarkan pengalaman dari setiap kompetisi.
Dosen pembimbing tim, Teddy Nurcahyadi, menegaskan bahwa prestasi ini adalah buah dari kerja keras lintas generasi mahasiswa. “Ini sudah tahun ketiga. Hasilnya memang membaik. Ini merupakan hasil kerja keras lintas generasi,” ujarnya. Teddy menjelaskan bahwa pada keikutsertaan pertama, kendaraan masih menggunakan mesin lama dengan hasil sekitar 100 km/l. Tahun berikutnya capaian meningkat hingga 221 km/l, dan tahun ini hasilnya kembali melonjak hingga lebih dari 300 km/l.
Menurut Teddy, keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi berangkat dari ketertarikan mereka terhadap proses merancang dan merakit kendaraan. Kompetisi menjadi sarana untuk menguji hasil pengembangan yang telah dilakukan. “Kalau cuma merakit saja, mereka perlu tahu sejauh mana hasilnya. Karena itu dibuat untuk kompetisi,” jelasnya.
Pengalaman mahasiswa dalam tim tidak berhenti pada kompetisi. Proses pengembangan kendaraan juga menjadi bagian dari pembelajaran akademik. Beberapa inovasi bahkan dilanjutkan dalam tugas akhir mahasiswa, sehingga capaian tim tidak hanya berhenti pada lomba tetapi juga memperkaya proses pendidikan.
Peningkatan performa kendaraan dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun. Tim memperbaiki sejumlah bagian, mulai dari mesin, sistem penggerak, transmisi, sasis, hingga bodi. Salah satu inovasi penting adalah penggunaan mesin baru serta perbaikan kopling dan sistem penggerak roda belakang. Perbaikan pada bearing yang berkaitan dengan transmisi juga dilakukan untuk meningkatkan performa kendaraan.