Berkat JKN, Operasi Katarak Suami Rochdilyanti Sukses Tanpa Biaya Memberatkan

Rochdilyanti dan Kartu JKN miliknya
Sumber :
  • VIVA Jogja/Humas BPJS Kesehatan Semarang

Semarang, VIVA Jogja – Bagi Rochdilyanti, terang kembali penglihatan sang suami bukan sekadar soal medis, tapi soal harapan dan kelegaan.

img_title Cakupan JKN Lampaui 99 Persen, BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan genjot Keaktifan Peserta

Terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), ia merasakan langsung manfaat nyata program ini saat sang suami menjalani operasi katarak tanpa biaya tambahan. Masalah dimulai ketika suaminya sering mengeluhkan pandangan buram saat mengemudi malam hari.

“Kena sorotan lampu dari kendaraan lain, pandangannya langsung kabur. Sangat mengganggu saat nyetir,” ujar Rochdilyanti.

img_title Saat Mobil BPJS Keliling Berhenti di Balai Desa, Harapan Warga untuk Berobat Kembali Menyala

Hasil pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menunjukkan katarak yang cukup parah. Dokter kemudian menyarankan operasi. Berkat layanan JKN, proses rujukan berjalan lancar.

“Dokternya sangat membantu, memberi opsi rumah sakit sesuai kenyamanan dan lokasi kami,” jelasnya.

img_title Pemkot Yogya dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi JKN untuk Wujudkan Hasta Jogja Mulia

Rochdilyanti memilih Candi Eye Center. Di sana, pemeriksaan lanjutan dilakukan secara mendalam. “Ternyata mata suami saya tidak lagi mampu menangkap cahaya. Dokter menyarankan operasi segera,” ceritanya.

Yang membuatnya terkesan, proses operasi berlangsung cepat tanpa kendala administratif atau biaya tambahan. “Tidak ada perbedaan layanan antara pasien umum dan JKN. Dokter dan petugas semua ramah dan sigap,” katanya.

Ia juga memuji kemudahan akses layanan lewat Aplikasi Mobile JKN. Fitur seperti KIS Digital dan cek status kepesertaan membantu ia memantau kesehatan seluruh keluarganya. “Semua lebih praktis sekarang, bahkan lansia pun bisa urus sendiri ke faskes,” tambahnya.

Rochdilyanti berharap Program JKN terus berlanjut. “Kalau semua rutin bayar iuran, maka banyak yang bisa tertolong. Ini bukan hanya soal saya dan suami, tapi soal gotong royong sesama warga,” pungkasnya.