Penerima Beasiswa Garuda Terbatas, Bupati Sudewo Lobi 'Dekengan Pusat' Agar Kuota Pelajar di Pati Ditambah
PATI, VIVAJogja - Tiga orang mahasiswa Indonesia yang berasal dari Kabupaten Pati, Surabaya dan Jakarta dipastikan menerima Beasiswa Garuda. Karena kuota penerima manfaatnya secara nasional sangat terbatas, Bupati Pati pun siap memperjuangkan agar kuota beasiswa tingkat nasional tersebut diperluas oleh Pemerintah Pusat.
“Sebenarnya masih banyak anak yang mampu seperti Gelar Abdi Fistawan (siswa SMAN I Pati) tetapi kuotanya terbatas. Harapan saya, kuota Beasiswa Garuda bisa ditambah untuk menampung lebih banyak siswa berprestasi dari berbagai daerah,” ujar Bupati Pati, Sudewo.
Bupati Sudewo pun mengapresiasi prestasi membanggakan yang diraih salah satu siswa terbaik Kabupaten Pati, Gelar Abdi Fistawan. Pelajar SMAN 1 Pati ini meraih beasiswa internasional Garuda, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Bupati Sudewo bangga prestasi Gelar Abdi Fistawan dari SMAN 1 Pati
- -
Sebagai bentuk penghormatan atas pencapaian monumental tersebut, Bupati Sudewo menerima audiensi Gelar Abdi Fistawan secara khusus di Pendopo Kabupaten Pati, pada Jumat (16/5/2025).
“Ini adalah suatu prestasi yang membanggakan dari SMA Negeri 1 Pati. Gelar Abdi Fistawan bisa diterima di perguruan tinggi favorit dunia. Ini membuktikan bahwa putra daerah juga mampu bersaing di tingkat global,” ucap Sudewo.
Sudewo juga menegaskan kembali komitmennya terhadap pemerataan akses pendidikan. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pati.
Karena itu, Sudewo menyerukan seluruh satuan pendidikan baik negeri maupun swasta, terus meningkatkan tata kelola pendidikan demi mencetak lulusan kompeten dan kompetitif secara nasional maupun internasional.
Sebagai bentuk konkret dukungan terhadap pendidikan tinggi, Sudewo menyalurkan program beasiswa bagi siswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP dan UTBK-SNBT.
“Beasiswa diberikan sebesar satu juta rupiah per bulan. Untuk siswa dari keluarga miskin ekstrem, jumlahnya 1,5 juta, dan untuk program studi kedokteran, diberikan 2,5 juta per bulan,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, sebanyak 77 siswa telah diterima melalui jalur SNBP tahun ini. Bagi siswa yang lolos melalui jalur SNBT, nantinya juga mendapatkan beasiswa serupa berapa pun jumlahnya.