UMY dan FPT University Vietnam Kolaborasi Teknologi dan Pendidikan
- Humas UMY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan FPT University, Vietnam, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Selasa (10/6/2025), di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang teknologi dan pendidikan tinggi, sekaligus membuka peluang sinergi lintas sektor antara Indonesia dan Vietnam.
Rektor UMY, Prof Dr Achmad Nurmandi menerangkan bahwa penandatanganan ini merupakan hasil dari proses diskusi yang panjang antara UMY, FPT Group, dan FPT University. Fokus utama kolaborasi diarahkan pada pengembangan teknologi strategis, terutama Artificial Intelligence (AI) dan semikonduktor.
Dikatakan Rektor, setelah melewati diskusi intensif yang berlangsung cukup lama. Fokus kerja sama ini akan mengarah pada pengembangan teknologi masa depan seperti AI dan semikonduktor, yang menjadi kunci kemajuan global.
Achmad Nurmandi juga menekankan pentingnya memperluas ruang kolaborasi tidak hanya di ranah akademik, tetapi juga di sektor bisnis dan industri. “UMY sangat terbuka untuk kerja sama lintas sektor. Ke depan, kami berharap ada ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk di bidang bisnis dan industri. Dengan sinergi ini, kita bisa menghadapi tantangan global secara bersama,” tambahnya.
Sementara itu, CEO FPT Corporation, Nguyen Van Khoa, menyambut baik kemitraan ini dan menyoroti kehadiran FPT di Jakarta sejak dua tahun terakhir sebagai bagian dari ekspansi global mereka. “FPT telah hadir di Jakarta selama dua tahun terakhir. Dunia kini bergerak menuju era baru, era AI dan semikonduktor. Melalui kerja sama ini, kami ingin berkontribusi bersama Muhammadiyah dan UMY dalam menciptakan transformasi positif di Indonesia,” ungkap Nguyen.
Ia menegaskan bahwa integrasi antara teknologi dan pendidikan merupakan kunci dalam membentuk generasi unggul yang mampu bersaing secara global. “Kami berharap kolaborasi ini membawa manfaat nyata bagi kedua belah pihak. Teknologi adalah motor kemajuan, dan pendidikan adalah fondasinya. Mari kita sukses bersama dan ciptakan nilai tambah untuk Indonesia,” tutupnya.
Penandatanganan MoU ini turut disaksikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Dr Rachmat Pambudy. Keduanya menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antara pendidikan, teknologi, dan pembangunan nasional.