UNDIP Hadirkan Jogging Track 2 dan Taman Agrowisata, Ruang Sehat dan Edukatif untuk Semua
- VIVA Jogja/Humas Undip
Semarang, VIVA Jogja — Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi memulai proyek pembangunan Jogging Track 2 di kawasan hutan kampus Tembalang.
Acara peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, termasuk Ketua Senat Akademik, perwakilan Majelis Wali Amanat, para wakil rektor, dekan, serta pemimpin unit dan lembaga di lingkungan universitas.
Area yang sebelumnya berfungsi sebagai hutan peneduh kini dikembangkan menjadi ruang terbuka aktif yang dapat digunakan untuk berolahraga, rekreasi, dan kegiatan edukatif, baik oleh warga kampus maupun masyarakat sekitar.
“Ini adalah bagian dari komitmen UNDIP untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat, fungsional, dan terbuka bagi semua,” ujar Rektor Suharnomo.
Ia menjelaskan bahwa Jogging Track 1 yang berada di sisi barat kampus sering dipadati pengunjung, sehingga keberadaan lintasan baru di sisi timur — hingga ke waduk pendidikan — diharapkan dapat menjadi solusi sekaligus memperindah wajah kampus.
Keunikan dari Jogging Track 2 adalah integrasinya dengan Taman Agrowisata yang akan dikelola oleh Program Studi Pertanian dan Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP).
Taman ini akan menjadi wahana edukasi dengan beragam komoditas seperti melon, durian musangking, peternakan sapi dan ayam pedaging.
“Siapa saja bisa datang, dari anak-anak TK hingga pelajar SMA. Ini akan menjadi ruang belajar dan bermain yang menyenangkan di tengah alam kampus,” tambah Rektor.
Pembangunan proyek ini menelan anggaran sebesar Rp11,9 miliar, dikerjakan oleh CV Dewa Angkasa Raya dan diawasi oleh CV Mitra Bersama Mandiri. Proyek dijadwalkan rampung dalam tujuh bulan, terhitung sejak 19 Mei hingga 14 Desember 2025.
Menurut Ari Eko Widyantoro, S.T., M.Si., selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan Manajer Aset dan Perancangan, proses pengerjaan akan dilaksanakan secara profesional dengan menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas.
Lingkup pekerjaan mencakup penataan lahan seluas 35.000 meter persegi dengan jalur sepanjang 440 meter, yang membentang dari pos keamanan utama hingga Jembatan Sikatak.
Fasilitas yang disiapkan meliputi jalur pedestrian, taman tematik (dengan pohon langka, bunga, dan buah-buahan), area gym luar ruangan, gazebo, toilet, tribun, hingga pelataran multifungsi, semuanya dirancang dengan pendekatan ramah lingkungan.