Dosen UMY kembangkan Gel Kayu Manis Penyembuh Luka Mulut
- bing image creator
VIVA Jogja – Ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii), tanaman obat asli Indonesia, berpotensi mempercepat penyembuhan luka di rongga mulut. Berdasarkan hal itu, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), drg Dian Yosi Arinawati mengembangkan inovasi gel topikal berbahan dasar ekstrak kulit kayu manis untuk luka di area mukosa mulut, seperti sariawan atau ulkus traumatik, sering kali mengganggu aktivitas harian, terutama pada pasien dengan kondisi tertentu seperti diabetes.
“Latar belakang riset ini berawal dari keprihatinan terhadap pasien diabetes yang proses penyembuhan lukanya cenderung lambat. Padahal, Indonesia kaya akan tanaman obat asli, salah satunya Cinnamomum burmannii, yang mengandung antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri,” jelas drg Dian Selasa (24/06/2025).
Penelitian ini memadukan ekstrak Cinnamomum burmannii dengan berbagai konsentrasi Carboxymethyl Cellulose Sodium (CMC-Na), yaitu bahan pembentuk gel yang meningkatkan viskositas dan stabilitas sediaan. Hasil uji stabilitas fisik menunjukkan bahwa gel dengan penambahan CMC-Na 3% memiliki karakteristik terbaik, mulai dari tekstur, homogenitas, pH, daya sebar, hingga daya lekat, sehingga ideal untuk diaplikasikan pada area mukosa mulut yang lembap.
Kayu manis jenis ini dikenal memiliki kandungan aktif seperti flavonoid, sinamaldehida, eugenol, tanin, dan senyawa lainnya yang berperan penting dalam proses antiinflamasi serta mempercepat regenerasi jaringan. Selama ini, penggunaan kayu manis untuk kesehatan lebih banyak dikenal secara empiris atau tradisional, namun belum banyak diaplikasikan secara ilmiah dalam bentuk sediaan topikal untuk luka di rongga mulut.
“Sebagai dokter gigi, saya sering menemui luka di rongga mulut seperti sariawan atau luka akibat gigi tiruan dan kawat gigi. Bentuk gel sangat membantu karena selain kandungan aktifnya bekerja, gel ini juga membentuk lapisan pelindung pada luka yang mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa nyeri,” tambahnya.
Proses pembuatan gel diawali dari identifikasi bahan baku kulit kayu manis yang telah dikonfirmasi keasliannya di laboratorium farmasi UGM. Setelah dipotong kecil, kayu manis diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Ekstrak ini kemudian diformulasikan bersama CMC-Na, metilparaben, dan bahan pendukung lainnya.