Poltek Harber Tegal Menuju Universitas, Dies Natalis ke-23 Jadi Titik Balik
- Viva Jogja
TEGAL, VIVA Jogja – Politeknik Harapan Bersama (Poltek Harber) tak lagi sekadar politeknik vokasi biasa.
Pada perayaan Dies Natalis ke-23 yang digelar Selasa, 8 Juli 2025, kampus kebanggaan Tegal itu menegaskan langkah besarnya: metamorfosis menjadi universitas.
Sebuah transformasi yang bukan hanya soal nama, melainkan perubahan paradigma, arah visi, dan orientasi masa depan.
Direktur Poltek Harber, Heru Nurcahyo, menyampaikan hal ini dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung khidmat namun penuh semangat di Aula Kampus.
"Dies Natalis ini bukan hanya selebrasi," kata Heru dengan nada reflektif.
"Tapi juga afirmasi komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan vokasi."
Tak tanggung-tanggung, Heru bahkan menyebut institusinya layaknya kepompong yang siap membuka sayap dan terbang lebih tinggi.
"Poltek Harber tidak akan lama lagi berubah bentuk menjadi universitas. Ini bukan sekadar ganti papan nama, tapi transformasi jiwa," tegasnya.
Dalam pidatonya, Heru merinci berbagai capaian strategis yang diraih selama satu tahun terakhir.
Mulai dari penerapan kurikulum Project Based Learning (PBL) dan Teaching Factory, hingga peningkatan fasilitas senilai Rp2,7 miliar yang mencakup komputer baru dan mesin CNC.
Tak kalah penting, Poltek Harber kini menempati peringkat pertama nasional politeknik swasta versi Webometrics.
Pencapaian ini menjadi bukti konkret kualitas dan kredibilitas institusi di tingkat nasional.
"Dari sisi riset dan kemahasiswaan, kami berhasil meraih delapan penghargaan dari Anugerah LLDIKTI VI dan penghargaan TOP CSR Award Kota Tegal," lanjut Heru.
Laboratorium hardware prodi teknik komputer pun berhasil mengantongi Sertifikasi ISO 9001:2015, satu pencapaian langka untuk politeknik.
Lebih dari sekadar infrastruktur dan akademik, kampus ini juga aktif membangun jejaring internasional.
"Mahasiswa kami telah unjuk gigi di tingkat regional, nasional, bahkan internasional," papar Heru.
Kampus juga menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan di Jepang, Malaysia, Korea, hingga Eropa dan Amerika Serikat.
Orasi ilmiah dari M. Taufik Qurohman menambah bobot akademik perayaan ini.
Dengan tema “Peran Penting Kemampuan Matematis sebagai Pondasi Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Membangun Peradaban,” Taufik menegaskan pentingnya penguasaan dasar-dasar matematis di era disrupsi teknologi.