Sekolah Alam Nara: Petualangan Edukatif Anak dan Kreatif
- istimewa
VIVA Jogja - Masa kanak-kanak, khususnya usia 5 hingga 10 tahun, merupakan periode emas dalam tumbuh kembang, karena pada fase ini, otak anak sangat reseptif terhadap rangsangan, dan imajinasi mereka sedang berkembang pesat.
Menjadi salah satu metode mendorong kreativitas anak, Nara Kupu Jogja kembali menghadirkan pengalaman belajar tak terlupakan untuk anak-anak melalui program kreatif bertajuk "Sekolah Alam Nara". Digelar setiap hari Minggu sepanjang bulan Juli, kegiatan ini ditujukan untuk anak usia 5 hingga 10 tahun dan dibuka secara gratis untuk umum, cukup dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Dengan mengusung konsep eksplorasi, kreativitas, dan cinta lingkungan, Sekolah Alam Nara bukan hanya menjadi ajang bermain, tetapi juga sarana edukasi berbasis alam yang menginspirasi anak-anak mengenal dan mencintai bumi dengan cara yang menyenangkan, karena mengeksplor kreativitas bukan hanya soal menghasilkan karya tetapi lebih dari itu, yakni mencari fondasi penting bagi kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan kepercayaan diri.
Menurut Shelli Moniaga, Event & Promo Manager Nara Kupu Jogja, program ini bertujuan untuk memperkenalkan anak pada kekayaan alam sekitar dengan cara yang menyentuh hati.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya bermain, tapi juga pulang dengan pengalaman baru, mengenal, menyentuh, dan menciptakan sesuatu dari alam. Ini adalah pendidikan yang menyatu dengan emosi dan rasa cinta terhadap bumi,” ujarnya.
Berlokasi di di kawasan sejuk dan hijau Pandanpuro, Hargobinangun, Pakem, Sekolah Alam Nara menjadi simbol komitmen Nara Kupu Jogja dalam mendukung pertumbuhan anak secara holistik melalui pendekatan alam, seni, dan pengalaman langsung.
Sementara itu, Doni Darmawan, Field Manager yang menangani teknis kegiatan, menjelaskan bahwa seluruh aktivitas dirancang agar aman dan nyaman. “Kami pastikan kegiatan dilakukan di ruang terbuka hijau yang aman, dengan pendampingan fasilitator berpengalaman. Anak-anak bebas bereksplorasi sekaligus belajar tanpa tekanan,” ungkapnya.
Program ini menghadirkan empat kegiatan utama yakni Kokedama: Seni menghias tanaman dengan teknik Jepang yang ramah anak, pada Minggu 06 Juli, Bermain Warna Alam: Eksperimen warna alami dengan teknik eco-print Minggu 13 Juli 2025, daur Cerita Alam: Edukasi daur ulang sampah melalui seni melukis, Minggu 20 Juli dan Mengenal Wangi Alam: Membuat lilin aromaterapi dari bahan alami pada Minggu (27/07/2025) mendatang.