KKN di Pulau Terluar Indonesia: Mahasiswa UGM Dorong Pembentukan Desa Tangguh Bencana

Desa Alo, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara
Sumber :
  • istimewa

VIVA Jogja - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada dari unit Merintis Rainis 2025 tengah melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Alo, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, salah satu wilayah paling terluar di Indonesia.

img_title Semangat Kartini Masa Kini, Warga Desa Sigedang Tanam Ribuan Bibit Pohon untuk Penyelamatan DAS Serayu

Dalam rangka membentuk desa tangguh bencana, mereka meluncurkan program pemasangan plang jalur evakuasi dan titik kumpul sebagai upaya mitigasi risiko gempa bumi.

Kegiatan pemasangan dilakukan pada Minggu, 20 Juli 2025, di beberapa titik strategis sepanjang jalan desa, bersinergi dengan warga lokal.

img_title RI Rencanakan Pembangunan PLTN, UGM Siap Dukung dari Sisi SDM

Nanda Ishaqi, Koordinator Tim Mahasiswa, menjelaskan bahwa Desa Alo berada di pesisir dan sering dilanda gempa. Oleh karena itu, keberadaan plang penanda dianggap krusial. “Pembuatan plang ini adalah hasil kerja sama penuh semangat antara mahasiswa dan warga desa. Semua bahan dikumpulkan secara gotong-royong,” ujarnya, Selasa (22/07/2025).

Selama beberapa hari, mahasiswa dan warga bergotong-royong membangun kerangka, menggali pondasi, dan memasang struktur plang dengan semangat kebersamaan. Total terdapat tujuh plang yang dipasang: tiga di persimpangan jalan, tiga di pinggir jalan utama, dan satu plang titik kumpul di area tinggi dekat SMP 5 Rainis.

img_title Mayoritas Pekerja Indonesia Masih Informal, Ekonom UGM Dorong Perlindungan Ketenagakerjaan

Kepala Desa Alo, Desius menyampaikan bahwa plang buatan mahasiswa KKN ini memiliki arti penting sebagai petunjuk arah ketika terjadi bencana. “Plang ini juga menjadi kenang-kenangan bersejarah, karena ini adalah pertama kalinya Desa Alo menerima mahasiswa KKN,” ucapnya.

Koordinator program kerja, Abraham Asadel Achwan, mengungkapkan harapannya agar plang ini menjadi manifestasi nyata dari inisiasi pembentukan desa tangguh bencana. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menjadi pondasi awal bagi pembangunan desa. “Kami berharap plang ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan, khususnya menghadapi gempa bumi,” tuturnya.