Kolaborasi Ilmu dan Masyarakat: Transformasi Desa Sambak Menuju Agrowisata Cerdas Iklim
- Humas UGM
YOGYAKARTA,VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan jati dirinya sebagai universitas kerakyatan dengan menginisiasi transformasi berkelanjutan di Desa Sambak, Magelang, Jawa Tengah. Desa yang dikenal sebagai sentra produksi tahu ini menyimpan potensi ekonomi yang besar, tetapi sempat menghadapi tantangan serius dari limbah industri yang mencemari lingkungan.
Merespons persoalan tersebut, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM menggandeng Yanmar Environmental Sustainability Support Association (YESSA) dari Jepang dalam sebuah kolaborasi inovatif.
Limbah tahu yang semula menjadi masalah lingkungan kini diolah menjadi biogas, sebuah energi alternatif yang dapat dimanfaatkan warga sebagai bahan bakar ramah lingkungan.
Tak berhenti di sana, FTP UGM juga mendukung pendirian perkebunan buah sebagai langkah awal pengembangan potensi agrowisata di Desa Sambak. Buah-buahan seperti alpukat, kelengkeng, dan durian telah ditanam, dilengkapi sistem irigasi modern yang terintegrasi dengan peternakan.
Dekan FTP UGM, Prof. Eni Harmayani, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan transformasi yang berakar dari ilmu pengetahuan dan kolaborasi lintas disiplin. Bersama Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik, dan Sekolah Vokasi, FTP akan memperluas pembangunan di Sambak dengan pendekatan interdisipliner. “Kami ingin memastikan bahwa ilmu tak berhenti di laboratorium, tetapi menjadi solusi nyata di tengah masyarakat,” tuturnya.
Seremoni “From Zero to Hero: Perjalanan Kolaborasi FTP UGM-YESSA” yang digelar pada 24 Juli menjadi penanda tonggak penting kerja sama ini. Morio Tsukada, Ph.D., perwakilan YESSA, menyebut kemitraan empat tahun ini telah mendorong Desa Sambak menuju model agrowisata berbasis pendidikan dan keberlanjutan iklim—menjadikannya desa yang adaptif terhadap perubahan zaman dan lingkungan.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menekankan perlunya fondasi ilmu dalam setiap pembangunan desa dan menempatkan Sambak sebagai contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Kabupaten Magelang.
Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM, Prof Lilik Sutiarso, memaparkan pentingnya identitas lokal dalam membentuk karakter desa wisata. Sambak diarahkan menjadi desa agrowisata cerdas iklim berbasis digital, sekaligus destinasi edukasi dan budaya. Pengalaman petik buah langsung dari kebun menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi wisatawan internasional dan pelajar dari luar negeri yang telah mulai datang untuk belajar dari praktik terbaik yang diterapkan.