Wamen Nezar Patria dan Ryan D’Masiv Beri Motivasi ke Mahasiswa Baru UGM

Ryan D’Masiv dalam acara PIONIR UGM
Sumber :
  • Humas UGM

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Dr Nezar Patria, dan musisi Ryan D’Masiv sharing kepada 635 mahasiswa baru Fakultas Pertanian UGM yang tengah menjalani kegiatan pembelajaran, pengenalan, penggalian potensi, dan orientasi bagi mahasiswa baru, PIONIR, Rabu (06/08/2025), di pelataran lapangan perikanan dan auditorium Fakultas Pertanian.

img_title UGM Bangun Smart Eco Bioproduction, Dorong Swasembada Pangan dan Kedaulatan Benih Nasional

Nezar dalam tayangan sambungan video zoom menyatakan teknologi kecerdasan buatan sangat dibutuhkan di sektor pertanian dan perikanan untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di masa mendatang. Tercatat skor indeks ketahanan pangan global Indonesia saat ini masih di bawah rata-rata global yaitu di angka 60,2. “Ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah kita semua,  terutama kalian generasi baru yang akan membawa pertumbuhan ini ke depan nantinya, sekaligus menjawab pertumbuhan pertanian di Indonesia,” ujarnya.

Dibandingkan sektor strategis lain, sektor pertanian, perhutanan, dan perikanan menjadi salah satu penggunaan teknologi kecerdasan digital paling rendah. Keterpaparan sektor pertanian terhadap teknologi seperti AI atau big teknologi, berdasar survey, hanya mencapai 1,34 persen. Angka ini, disebutnya, jauh lebih rendah dari sektor lain seperti pertambangan dan industri pengolahan.

img_title Gamagora 7, Inovasi Padi UGM yang Diuji di Kaltim untuk Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintahan sekarang ini menurut Nezar Patria memandang penting soal ketahanan pangan yaitu dengan semakin meningkatkan urgensi transformasi sektor agro-maritim. Hal ini perlu dengan memanfaatkan secara maksimal, terutama potensi teknologi yang ada, misalnya dengan menggunakan teknologi artificial intelligence untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. “Riset-riset menunjukkan bahwa penggunaan AI ini dapat meningkatkan partisipasi produksi hingga nilai ekonomi mencapai 13,4 miliar USD. Cukup besar dan sektor ini juga memberi ruang yang luas bagi use case AI untuk pertanian dan perikanan yang berkelanjutan. Use case AI ini dapat dikembangkan melalui permodalan, produksi hingga distribusi”, terangnya.

Meksi begitu, Nezar Patria mengakui pemakaian AI di sektor agro-maritim masih dihadapkan dengan beberapa tantangan berdasar. Diantaranya soal infrastruktur dan juga soal kolaborasi sektor publik dan swasta. Belum lagi adanya keterbatasan talenta digital khususnya di sektor agro-maritim yang tentunya bisa menghambat optimalisasi penggunaan teknologi AI di sektor agro-maritim. “Karena itu penting sekali untuk kita belajar di lingkungan pertanian, tapi juga kita membuka diri dan juga memperkuat pengetahuan kita bagaimana mengadopsi teknologi AI ini untuk bisa mengoptimalisasi sektor pertanian dan perikanan.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Dari Gulma Menjadi Solusi: Mahasiswa UGM Kembangkan Biopestisida Alami