ROADSTER, Alat Deteksi Kerusakan Jalan Karya UGM, Unjuk Gigi di KSTI 2025 Bandung

Alat deteksi kerusakan jalan karya dosen dan mahasiswa UGM
Sumber :
  • Humas UGM

YOGYAKARTA,VIVA Jogja - Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) memamerkan inovasi teknologi deteksi kerusakan jalan berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama ROADSTER dalam ajang Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025. Bertempat di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung, ROADSTER tampil sebagai salah satu unggulan dalam klaster Digitalisasi, Artificial Intelligence, dan Semikonduktor.

img_title Malam Kebangsaan di Balai Kota Yogya Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi

ROADSTER dirancang untuk mendeteksi tingkat kerusakan jalan seperti retak, lubang, dan deformasi secara otomatis melalui sensor dan algoritma AI. “ROADSTER merupakan hasil riset integratif yang menggabungkan kecerdasan buatan, IoT, dan sistem perekaman visual untuk melakukan asesmen kondisi jalan,” ujar Dr Eng. Agustinus Winarno, peneliti utama dari Departemen Teknik Mesin dan Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM.

Dalam pengembangan ROADSTER, Agustinus melibatkan dua mahasiswa, Octaviano dan Fauzan Karnadi, yang turut berperan aktif dalam proses riset dan pelaksanaan pameran. “Kedua mahasiswa ini turut menjaga booth dan memberikan penjelasan kepada pengunjung,” tambahnya.

img_title UGM dan Indosat Resmikan AI Technology Center, Perkuat Ekosistem Kecerdasan Buatan Indonesia Bersama NVIDIA

ROADSTER menarik perhatian banyak peserta konvensi karena dianggap sebagai solusi konkret terhadap permasalahan infrastruktur jalan di Indonesia. Purwarupa alat ini menampilkan sistem deteksi kerusakan jalan yang dilengkapi dengan dashboard visual berbasis peta, memudahkan pengambilan keputusan oleh pemangku kepentingan.

Keikutsertaan ROADSTER dalam KSTI 2025 menjadi bukti komitmen UGM dalam mendukung hilirisasi riset dan transformasi digital nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto saat membuka konvensi, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen melalui penguasaan teknologi dan industrialisasi, termasuk sektor infrastruktur digital.

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

“ROADSTER juga mendukung partisipasi masyarakat melalui rencana pengembangan aplikasi pelaporan jalan berbasis komunitas, serta telah melibatkan Dinas PUPR DIY sebagai mitra lapangan,” jelas Agustinus.

Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2025 bukan sekadar ajang pamer inovasi, tetapi juga forum strategis untuk membangun sinergi lintas sektor. Dengan lebih dari 3.000 peserta hadir, termasuk dua peraih Nobel Fisika—Prof. Novoselov dan Prof. Schmidt—konvensi ini menjadi momentum penting bagi ROADSTER untuk menembus panggung nasional dan internasional.

“Kami berharap kehadiran ROADSTER bisa menjadi representasi riset terapan Indonesia yang mampu bersaing secara global,” tutup Agustinus.