Pemda DIY dan UGM Kolaborasi Perkuat Afirmasi Pendidikan di Wilayah Terpencil

Rektor UGM Prof Ova Emilia
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mengoordinasikan program afirmasi pendidikan yang menyasar masyarakat di wilayah terpencil dan tertinggal di DIY. Program ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara merata.

img_title DPRD DIY Minta Pemda Serius Perkuat Anggaran Mitigasi Bencana

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyampaikan dukungan tersebut saat menerima kunjungan Rektor UGM Prof Ova Emilia dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, Ari Sujito, di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (13/08/2025).

“Perguruan tinggi bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga motor penggerak kemajuan masyarakat. Dengan melibatkan banyak pihak, kami optimistis kebutuhan pendidikan di wilayah terpencil dapat terpenuhi secara tepat sasaran,” ujar Sri Paduka.

img_title Tandur Muda DIY: UGM dan Pemda DIY Dorong Regenerasi Petani Muda

Ia menambahkan bahwa kehadiran perguruan tinggi di DIY berperan penting dalam peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi lokal, dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Sinergi Lintas Perguruan Tinggi

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

Rektor UGM, Prof Ova Emilia, menyambut baik dukungan Pemda DIY dan menegaskan kesiapan UGM untuk memimpin koordinasi program afirmasi pendidikan. Menurutnya, program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab UGM, tetapi akan dijalankan secara kolaboratif bersama lebih dari 100 perguruan tinggi di wilayah DIY.

“Kami ingin berkontribusi dalam peningkatan status pendidikan masyarakat DIY, terutama mereka yang selama ini tertinggal. Ini adalah bentuk afirmasi nyata,” jelas Ova.

Dikatakan, UGM bersama Pemda DIY akan melakukan pemetaan kebutuhan pendidikan di tiap wilayah. Misalnya, jika satu daerah membutuhkan keterampilan peternakan, maka perguruan tinggi yang memiliki keahlian di bidang tersebut akan dilibatkan. “Kami akan menyusun peta kebutuhan pengembangan SDM di tiap wilayah. Dari sana, perguruan tinggi bisa berkontribusi sesuai kapasitasnya,” tambah Ova.

Menuju Pendidikan yang Inklusif dan Berkeadilan

Meski masih dalam tahap penjajakan dan pematangan konsep, program afirmasi ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

“Kita tahu bahwa masyarakat di pelosok memiliki akses pendidikan yang lebih terbatas dibanding mereka yang tinggal di kota. Program ini hadir untuk menjembatani kesenjangan itu,” tutup Ova.

Halaman Selanjutnya
img_title