Mengangkat Peran Perguruan Tinggi Swasta: Momentum Baru bagi Pemerintah

Rektor UMY Prof Dr Achmad Nurmandi
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Kesenjangan antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di  Indonesia masih menjadi sorotan. Meski jumlah PTS jauh lebih banyak yakni lebih dari 2.800 unit dibandingkan PTN yakni 125 menurut data PDDIKTI, dukungan pemerintah terhadap PTS masih tergolong minim.

img_title Malam Kebangsaan di Balai Kota Yogya Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi

Meski kontribusi PTS dalam mencetak generasi unggul tak bisa dipandang sebelah mata. Banyak kampus swasta telah menunjukkan prestasi gemilang dalam bidang akreditasi, publikasi ilmiah, dan inovasi pendidikan. Namun, ketimpangan dalam alokasi bantuan dan kebijakan masih menjadi tantangan besar.

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof Dr Achmad Nurmandi menegaskan pentingnya perubahan paradigma pemerintah dalam memandang PTS. Ia menyebut bahwa kampus swasta sering kali lebih unggul dalam berbagai indikator akademik, namun tetap menghadapi keterbatasan karena minimnya dukungan negara.

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

“Ketika kebijakan tidak berpihak, kami yang sudah berjuang keras tetap harus menghadapi beban tambahan,” ujar Nurmandi.

Ketimpangan dalam Program dan Pendanaan

img_title Gotong Royong Bedah Rumah di Semaki, Pemkot Yogyakarta Teguhkan Solidaritas Warga

Salah satu contoh nyata adalah distribusi hibah penelitian dan program bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP). Menurut Nurmandi, mahasiswa PTN mendapatkan porsi KIP yang jauh lebih besar dibandingkan mahasiswa PTS. Hal serupa terjadi dalam pembangunan infrastruktur kampus, di mana PTN didukung penuh oleh pemerintah, sementara PTS harus membiayai sendiri pembangunan sarana dan prasarana.

“Kalau kami membangun gedung, itu berarti harus membebankan biaya kepada masyarakat. Padahal, kami juga berjuang untuk memberikan pendidikan berkualitas,” tambahnya.

PTS sebagai Mitra Strategis

Melihat realitas ini, sudah saatnya pemerintah mengubah pendekatan. PTS bukan sekadar pelengkap dalam ekosistem pendidikan tinggi, melainkan mitra strategis yang mampu memperluas akses pendidikan dan memperkuat daya saing bangsa.

Nurmandi menekankan bahwa pemerataan bantuan dan pengakuan terhadap peran PTS akan membuka peluang kolaborasi yang lebih sehat dan produktif antara negara dan institusi pendidikan.

“Kalau kita ingin pendidikan Indonesia maju, maka semua pihak harus dilibatkan secara adil. PTS punya potensi besar, tinggal bagaimana pemerintah mau membuka ruang,” tutupnya.