Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah Bagi Guru PPKn SMP di Banyumas
- Istimewa
VIVA Jogja - Sebanyak 50 orang guru SMP untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mengikuti pelatihan penulisan artikel jurnal ilmiah yang diselenggarakan oleh Program Studi PPKn, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta (FISIP UNY).
Guru-guru Pendidikan Pancasila yang tergabung dalam Musyawarah guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn SMP Kabupaten Banyumas ini hadir dalam pelatihan menulis artikel jurnal ilmiah yang digelar di Aula Ponpes Miftahussalam Banyumas pada Sabtu 13 September 2025.
Dalam rangkaian kegiatan ini diawali dengan penandatanganan kerja sama Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dengan FISIP UNY. Kegiatan pelatihan penulisan artikel jurnal ilmiah bagi guru SMP ini merupakan salah satu implementasi dan tindaklanjut dari kerja sama tersebut.
Ketua MGMP PPKn Kabupaten Banyumas Haryanto mengapresiasi pelatihan penulisan artikel jurnal ilmiah bagi guru-guru tingkat SMP ini. Haryanto menilai pelatihan ini memberikan banyak manfaat dan peningkatan kapasitas bagi guru-guru.
Haryanto membeberkan pelatihan penulisan jurnal ilmiah ini sebenarnya sangat dinantikan oleh para guru-guru. Hal ini karena guru-guru saat ini dituntut bisa menulis artikel jurnal ilmiah untuk meningkatkan kemampuannya. "Guru-guru PPKn Banyumas sudah lama menantikan kegiatan ini. Kami sangat berharap kerja sama ini akan diikuti dengan kerja sama di bidang lainnya," kata Haryanto.
Sementara itu Dosen PPKn UNY Mukhamad Murdiono mengatakan ilmu pengetahuan tidak dirancang untuk disimpan sendiri dalam otak manusia saja tetapi perlu untuk disimpan dalam bentuk tulisan artikel jurnal ilmiah. Nantinya, tulisan ini akan menjadi ilmu pengetahuan yang bisa dibagikan dan digunakan orang lain.
"Melalui penulisan artikel jurnal ilmiah ini tentu para guru-guru bisa berbagi ilmu pengetahuan dengan orang lain. Selain itu penulisan artikel jurnal ilmiah saat ini menjadi keterampilan wajib bagi guru selain mengajar di ruang kelas," tutup Murdiono.