UMY Perkuat Akses Pendidikan: Rp 19,8 Miliar Beasiswa dan 300 Skema Bantuan
- Humas UMY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan dengan mengalokasikan dana beasiswa sebesar Rp19,8 miliar melalui lebih dari 300 skema bantuan pada Tahun Akademik 2025/2026.
Program ini mencakup dukungan penuh sejak awal perkuliahan hingga beasiswa lanjutan bagi mahasiswa aktif, baik yang berprestasi maupun berasal dari keluarga kurang mampu.
Penyerahan simbolis beasiswa dilakukan dalam agenda Silaturahmi Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru UMY, Sabtu (20/09), di Sportorium UMY, sebagai bentuk apresiasi dan transparansi kepada publik.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Karir (Ditmawa) UMY, Dr Sugito, menyampaikan bahwa keberagaman skema beasiswa tak lepas dari kepercayaan mitra eksternal yang menitipkan program-programnya melalui UMY. Beasiswa hadir dalam bentuk bantuan penuh maupun parsial, disesuaikan dengan kriteria yang telah ditetapkan.
“Skema ini dirancang untuk menjangkau mahasiswa berprestasi dan mereka yang menghadapi tantangan ekonomi. Karena itu, kami mengajak para orang tua untuk aktif mendukung dan mengingatkan putra-putrinya agar mengajukan beasiswa,” ujar Sugito.
Tak hanya dukungan finansial, UMY juga memperkuat ekosistem kesejahteraan mahasiswa melalui Student Wellbeing and Support Service (StuWeSS UMY). Layanan ini didukung oleh 15 konselor psikologi bersertifikat yang siap memberikan pendampingan profesional demi menjaga kesehatan mental mahasiswa.
Dari sisi kesehatan fisik, mahasiswa berhak atas santunan medis yang mencakup biaya gawat darurat hingga rawat inap, dengan plafon maksimal Rp750 ribu per hari selama sepuluh hari di kelas 3. UMY juga menyediakan santunan kematian sebesar Rp25 juta, ditambah biaya pemakaman dan pengantaran jenazah sebesar Rp 1 (satu) juta sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial terhadap keluarga mahasiswa.
Di bidang pengembangan karier, Ditmawa melalui Career Development Center (CDC) UMY aktif membekali mahasiswa dengan keterampilan soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan strategi memasuki dunia kerja. Selain itu, CDC mendorong semangat kewirausahaan melalui Student Entrepreneur Business Incubator (SEBI), yang tahun ini menargetkan pembentukan 300 kelompok usaha mahasiswa.
“Kami siap memfasilitasi pengembangan bisnis mahasiswa melalui SEBI UMY. Harapannya, mereka tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” jelas Sugito.