Pasto-Milk Alat Pemerahan dan Pasteurisasi Susu Otomatis karya Mahasiswa UGM

Pasto-Milk karya mahasiswa UGM
Sumber :
  • Humas UGM

VIVA Jogja - Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan inovasi alat pemerahan dan pasteurisasi susu otomatis bernama Pasto-Milk. Alat ini dirancang untuk membantu peternak kambing sapera menghasilkan susu siap konsumsi yang lebih higienis, bernutrisi, dan bernilai jual tinggi.

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

“Dengan penggunaan Pasto-Milk, nutrisi susu dapat lebih terjaga dan umur simpannya lebih lama,” ujar Anisa Tsania Veren, mahasiswa Fakultas Peternakan UGM, dalam keterangan tertulisnya.

Orchidia Ummu Tazkiah, mahasiswa Teknologi Rekayasa Mesin, menjelaskan bahwa alat ini hadir sebagai solusi atas tantangan yang dihadapi mitra peternak dalam proses pemerahan dan pengolahan susu. Pasto-Milk mengintegrasikan dua tahapan penting—pemerahan dan pasteurisasi—untuk menghasilkan susu dengan standar mutu yang lebih baik.

img_title Malam Kebangsaan di Balai Kota Yogya Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi

“Kami berharap alat ini dapat meningkatkan efisiensi kerja peternak sekaligus menjaga kualitas produk susu,” katanya.

Secara teknis, alat ini dilengkapi teat cup yang dipasang pada ambing kambing, lalu susu dialirkan ke tangki tertutup guna mencegah kontaminasi. Selanjutnya, susu dipompa menggunakan diaphragm pump menuju bejana penampungan akhir setelah melalui proses pasteurisasi.

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

Pasteurisasi dilakukan dengan metode High Temperature Short Time (HTST) pada suhu 72°C. Metode ini terbukti efektif menjaga kandungan gizi sekaligus memperpanjang masa simpan susu. “HTST menghasilkan susu yang lebih aman dikonsumsi,” ujar Muhammad Faris Mumtaza Ahsan, mahasiswa Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Keunggulan lain dari Pasto-Milk adalah sistem panel kontrol dan sensor otomatis yang memudahkan pengoperasian. Rifa’i Ma’ruf, mahasiswa Teknologi Rekayasa Elektro, menuturkan bahwa sensor akan aktif secara otomatis setelah proses pasteurisasi selesai, sehingga mengurangi risiko kesalahan operasional.

“Inovasi ini memungkinkan peternak lebih fokus pada pengembangan usaha tanpa khawatir terhadap penurunan kualitas susu,” jelasnya.

Pengembangan Pasto-Milk merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI). Tim terdiri atas Orchidia Ummu Tazkiah dan Hasyim Fathurochman (Teknologi Rekayasa Mesin), Rifa’i Ma’ruf (Teknologi Rekayasa Elektro), Muhammad Faris Mumtaza Ahsan (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian), serta Anisa Tsania Veren (Ilmu dan Industri Peternakan). Mereka dibimbing oleh Ir. Ma’un Budiyanto, S.T., M.T., IPU, dosen Sekolah Vokasi UGM.

Halaman Selanjutnya
img_title