UMY Sambut 55 Mahasiswa Internasional Lewat “Induction Day”, Dorong Kesadaran Asuransi dan Komunitas Global
- Humas UMY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus global dengan menyambut 55 mahasiswa internasional baru melalui kegiatan “Induction Day”.
Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswa asing untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus beradaptasi dengan kehidupan akademik dan sosial di Yogyakarta.
Mahasiswa baru tersebut berasal dari 15 negara, termasuk Sierra Leone, Gambia, Uzbekistan, Kazakhstan, Tajikistan, Pakistan, Timor Leste, Myanmar, Malaysia, Kamboja, Nigeria, Filipina, Bangladesh, Thailand, dan Palestina. Myanmar tercatat sebagai negara dengan jumlah mahasiswa terbanyak tahun ini, yakni 13 orang.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan Global UMY, Slamet, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa internasional bukan sekadar angka dalam statistik penerimaan, melainkan bagian dari keluarga besar UMY. Ia mengajak para peserta untuk melihat masa studi mereka sebagai perjalanan yang penuh peluang dan pengalaman baru.
“Kalian telah memulai perjalanan yang mempertemukan kalian dengan studi baru, budaya baru, dan kehidupan baru di Yogyakarta. Mulai hari ini, kalian adalah keluarga kami di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,” ujar Slamet.
Ia juga menekankan bahwa orientasi ini bukan hanya pengenalan kampus, tetapi juga ruang untuk membangun identitas, menjalin relasi, dan membuka jalan menuju dunia kerja. “Jangan ragu untuk keluar dari zona nyaman. Di depan kalian terbentang kesempatan untuk tumbuh dan berbagi kisah unik masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Kemitraan Global dan Employability UMY, Prof. Dr. Rizal Yahya, S.E., M.Sc., Ak., CA., CRP., mengingatkan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi berbagai situasi, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. Ia menegaskan bahwa kepemilikan asuransi kesehatan aktif selama masa studi di Indonesia adalah hal yang wajib dimiliki.
“Kami pernah menemui kasus mahasiswa yang mengalami masalah kesehatan namun tidak memiliki asuransi. Hal-hal tak terduga bisa terjadi kapan saja, jadi pastikan kalian terlindungi,” tegas Rizal.
Selain aspek kesehatan, Rizal juga mendorong mahasiswa untuk membangun jejaring komunitas di antara sesama mahasiswa internasional. Menurutnya, komunitas ini dapat menjadi ruang berbagi informasi, mempererat kebersamaan, dan memudahkan koordinasi dengan pihak kampus.