WormiBox: Inovasi Mahasiswa UGM untuk Ubah Limbah Organik Jadi Solusi Berkelanjutan

WormiBox karya mahasiswa UGM
Sumber :
  • Humas UGM

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Di tengah meningkatnya ancaman darurat sampah organik di berbagai daerah, sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan terobosan teknologi yang menjanjikan, yakni WormiBox. Alat budidaya cacing tanah berbasis Internet of Things (IoT) ini dirancang untuk mengubah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk bernilai ekonomi, sekaligus mendorong gaya hidup ramah lingkungan di masyarakat.

img_title UGM Kukuhkan Dominasi Seni di Peksimiprov DIY 2026

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan sekitar 33,9 juta ton sampah per tahun, dan lebih dari separuhnya berasal dari sampah organik. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat menghasilkan gas metana yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global.

Teknologi untuk Kemandirian Pengelolaan Sampah

img_title Gerakan Mas JOS Dorong Revolusi Pengelolaan Sampah di Yogyakarta, Capai 47,68 Ton per Hari

WormiBox dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) 2025 oleh tim lintas disiplin dari UGM. Ketua tim, Azkal Anas Ilmawan (Teknik Nuklir 2022), menjelaskan bahwa alat ini hadir sebagai solusi praktis bagi masyarakat yang ingin mengelola sampah organik secara mandiri.

“Fasilitas pengelolaan sampah terpusat semakin terbatas, sementara volume sampah rumah tangga terus meningkat. WormiBox memberi peluang bagi masyarakat untuk mengelola limbah sendiri dan menghasilkan produk yang bermanfaat,” ujar Azkal.

img_title Pemkot Yogyakarta Siap Olah Sampah Penyapuan Jalan Jadi Pupuk Organik, Target Operasi November 2026

Keunggulan WormiBox terletak pada integrasi teknologi IoT yang memungkinkan pengguna memantau kondisi alat secara real-time melalui ponsel atau situs web. Temperatur dan kelembaban dijaga otomatis agar cacing dapat bekerja optimal dalam mengurai limbah.

Tim pengembang terdiri dari Fikriansyah Ridwan Pratama (Teknik Fisika 2023), Vidhyazputri Belva Aqila (Akuntansi 2023), Maulana Iqbal Pambudi (Ilmu dan Industri Peternakan 2023), serta Maureen Arsa Sanda Cantika (Sistem Informasi Geografis 2022). Mereka didampingi oleh Dr. Ir. Nur Abdillah Siddiq, S.T., IPP., dari Fakultas Teknik UGM.

Kolaborasi ini menggabungkan keahlian teknologi, manajemen, dan pemasaran untuk menghasilkan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan.

Produk Turunan dan Dampak Ekologis

Selain mendekomposisi sampah, WormiBox juga menghasilkan pupuk organik cair dan kascing (vermikompos) yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian rumah tangga. “Konsumen tidak hanya mengelola sampah, tapi juga mendapatkan produk lanjutan yang berguna untuk tanaman mereka,” jelas Iqbal.

Halaman Selanjutnya
img_title