Akademisi UGM Ikut Rumuskan Pedoman Global Smart City Berbasis Manusia
- Dok Humas UGM
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Peran akademisi Indonesia kembali mendapat sorotan di panggung internasional. Prof Rini Rachmawati, dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, dipercaya menjadi salah satu pakar dalam UN-Habitat Global Expert Working Group on the International Guidelines for People-Centred Smart Cities. Pertemuan yang berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada 4–5 Desember lalu ini mempertemukan para ahli dari berbagai negara untuk menyusun pedoman pembangunan kota cerdas yang menempatkan manusia sebagai pusatnya.
Keterlibatan Prof Rini bukanlah kebetulan. Sejak 2023, ia melalui proses seleksi yang diajukan oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Dalam Negeri, hingga akhirnya terpilih mewakili Indonesia. “Kesempatan ini sangat berarti karena saya bisa membawa praktik baik pengembangan smart city di Indonesia ke forum global,” ungkapnya.
Selama lebih dari tujuh tahun, Prof Rini aktif mendampingi pemerintah daerah dalam menyusun dan mengevaluasi master plan smart city. Ia juga terlibat dalam pendampingan daerah yang secara mandiri memperbarui dokumen perencanaan sesuai dinamika perkotaan. Pengalaman tersebut membuatnya memahami secara mendalam tantangan dan peluang implementasi kota cerdas di berbagai wilayah.
Selain kiprah di lapangan, kontribusinya diperkuat lewat kegiatan akademik berskala internasional. Fakultas Geografi UGM bersama Pusat Studi Sosial Asia Tenggara rutin menggelar summer course bertema smart city, smart village, dan transformasi digital. Program ini menghadirkan pengajar serta peserta dari berbagai negara, memperkaya perspektif global yang kemudian ia bawa ke forum UN-Habitat.
Gagasan Strategis di Forum Baku
Dalam pertemuan keempat kelompok kerja di Baku, Prof. Rini menekankan pentingnya penerapan pedoman melalui proyek percontohan di kota-kota terpilih. Ia juga mendorong evaluasi berkelanjutan serta pelibatan para pakar sebagai fasilitator pelatihan bagi pemerintah dan akademisi. “Pedoman ini harus dipahami luas agar dapat dijalankan efektif di tingkat nasional maupun lokal,” jelasnya.
Pedoman People-Centred Smart Cities sendiri menegaskan empat prinsip utama: kemakmuran bersama, hak asasi manusia digital yang inklusif, keberlanjutan dan ketahanan, serta partisipasi masyarakat. Pendekatan ini memastikan kota cerdas tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga kesejahteraan warga.