Karakter Debitur Jadi Penentu Kelancaran Kredit Mikro Tanpa Agunan

Kartini Sally bersama akademika UGM
Sumber :
  • Humas UGM

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Bukan agunan, melainkan karakter dan perilaku wirausaha debitur yang paling menentukan lancar atau tidaknya kredit mikro. Temuan ini diungkapkan oleh Kartini Sally, mahasiswa Program Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (DKIK) Universitas Gadjah Mada, dalam disertasinya yang menyoroti tantangan baru pengelolaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro tanpa agunan di Indonesia.

img_title RI Rencanakan Pembangunan PLTN, UGM Siap Dukung dari Sisi SDM

“Risiko gagal bayar pada kredit mikro tanpa agunan lebih banyak ditentukan oleh perilaku dan proses usaha debitur, bukan sekadar keberadaan jaminan atau indikator keuangan,” jelas Kartini saat diwawancara, Selasa (06/01/2026).

Ia menekankan bahwa keberhasilan kredit mikro tidak bisa dilepaskan dari kualitas proses sejak awal. Seleksi debitur, pemantauan pascakredit, hingga pendampingan usaha menjadi faktor yang menentukan. Karena itu, menurut Kartini, bank tidak cukup hanya berperan sebagai penyalur dana, melainkan harus hadir sebagai mitra usaha bagi pelaku UMKM mikro.

img_title Mayoritas Pekerja Indonesia Masih Informal, Ekonom UGM Dorong Perlindungan Ketenagakerjaan

Disertasi ini sekaligus menjadi pesan penting bagi industri perbankan, baik Bank Umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR), agar tidak hanya mengandalkan pendekatan administratif. Penguatan kredit mikro tanpa agunan, kata Kartini, harus terhubung dengan ekosistem kebijakan yang lebih luas demi mendukung agenda inklusi keuangan nasional.

Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa prinsip penilaian kredit konvensional 5C tidak lagi sepenuhnya memadai untuk membaca risiko usaha mikro. Prof. Catur Sugiyanto, promotor disertasi, menilai hasil riset ini relevan dengan tantangan inklusi keuangan nasional. Sementara itu, Ko-Promotor Prof. Djoko Santoso Mulyono menambahkan bahwa temuan Kartini membuka ruang perbaikan kebijakan manajemen risiko kredit mikro agar lebih kontekstual dan berkelanjutan.

img_title Trauma Kompleks pada Dewasa Muda: Saat Rumah Tak Lagi Menjadi Ruang Aman

“Perbankan perlu memperkuat penilaian awal berbasis karakter serta meningkatkan pendampingan usaha, bukan sekadar mengandalkan restrukturisasi ketika kredit bermasalah muncul,” tegas Prof. Catur.

Melalui penelitian ini, UGM kembali menegaskan perannya sebagai pusat riset kebijakan yang berdampak nyata bagi sistem perbankan dan pembangunan ekonomi nasional. Disertasi Kartini juga menjadi penghormatan atas jasa almarhum Prof. Sukamdi, yang semasa hidupnya turut berperan sebagai ko-promotor dan memperkaya perspektif sosial-ekonomi serta dinamika rumah tangga usaha mikro dalam penelitian tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title