UGM Kembangkan Melon Premium Hidroponik, Gandeng Petani Lahan Pasir Kulonprogo

Melon Premium Hidroponik
Sumber :
  • Humas UGM

KULONPROGO, VIVA Jogja – Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Field Research Center (FRC) terus berinovasi dalam riset hortikultura. Salah satu fokus terbaru adalah budidaya melon premium dengan sistem hidroponik di greenhouse Kulonprogo. Riset ini tidak hanya berhenti pada produksi buah, tetapi juga diarahkan pada diversifikasi produk turunan untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan.

img_title Menanam dari Rumah: Cara Sederhana Mewujudkan Hidup Hijau dan Berkelanjutan

Ketua tim peneliti, Putri Rousan Nabila, menjelaskan bahwa melon dipilih karena daya tumbuhnya yang baik di daerah tropis dengan intensitas cahaya dan suhu tinggi. Kondisi agroklimat Kulonprogo dinilai sangat mendukung, apalagi wilayah ini berada dekat Bandar Udara Internasional Yogyakarta yang membuka peluang pasar dari wisatawan dan pendatang. “Melon memiliki umur simpan hingga 15 hari, sehingga relatif aman untuk distribusi ke Yogyakarta, Sleman, dan sekitarnya,” ujarnya, Senin (12/1).

Produk melon hasil riset FRC UGM dikembangkan menjadi beragam olahan, mulai dari cold press juice, permen, hingga pemanfaatan limbah kulit dan biji menjadi tepung sebagai alternatif bahan pangan pengganti gandum. Diversifikasi ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan nasional.

img_title Sawah Terpal di Gunungkidul, Inovasi Pertanian Lahan Kering untuk Masa Depan

Dampak riset mulai dirasakan oleh petani pesisir Bugel yang menjadi mitra binaan. Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, anggota tim peneliti, menyebut pendampingan teknologi dan penerapan SOP meningkatkan produktivitas hingga 85 persen. Dari 1.000 tanaman melon jenis sweet net 8, sekitar 850–900 berhasil berbuah, dengan lebih dari separuh hasil panen masuk kategori grade A. “Sekitar 599 kilogram buah masuk grade A, menunjukkan kualitas yang sangat baik,” jelasnya.

FRC UGM juga menghadirkan konsep Open Farm sebagai ruang pembelajaran terbuka. Masyarakat dan petani dapat terlibat langsung dalam praktik pertanian modern, bahkan pengunjung bisa memetik melon sambil belajar tentang teknologi pertanian. Program ini dikaitkan dengan konsep Jogja Open Innovation for Community Enhancement (JOICE) dan telah menarik minat mitra internasional, termasuk dari Jepang.

img_title Gamagora: Inovasi Padi UGM yang Menguatkan Ketahanan Pangan dari Madiun

Sejak berdiri pada 2022, FRC UGM di Kulonprogo menjadi wadah implementasi Tridharma perguruan tinggi. Riset melon hidroponik tidak hanya dimaknai sebagai penelitian dan pengajaran, tetapi juga pengabdian nyata kepada masyarakat. Kolaborasi lintas disiplin dilakukan bersama Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, hingga Sekolah Vokasi UGM yang meneliti pasar, pascapanen, hingga paket wisata berbasis pertanian.

Halaman Selanjutnya
img_title