Pupuk Anorganik dan Organik: Keseimbangan Jadi Kunci Pertanian Berkelanjutan
- Humas UMY
BANTUL, VIVA Jogja – Perdebatan mengenai penggunaan pupuk anorganik dalam dunia pertanian masih terus bergulir. Di satu sisi, pupuk anorganik dianggap sebagai penyumbang produktivitas utama tanaman pangan, sementara di sisi lain muncul kekhawatiran akan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan. Guru Besar Ilmu Tanah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof Dr Ir Gunawan Budiyanto, menegaskan bahwa pupuk anorganik tetap aman digunakan selama tidak berlebihan dan diimbangi dengan pupuk organik.
Menurutnya, pupuk berfungsi menutup kekurangan unsur hara yang dibutuhkan tanaman agar tumbuh optimal. Pupuk anorganik seperti urea masih sulit ditinggalkan karena kandungan nitrogen yang tinggi dan cepat diserap tanaman. “Kita sudah puluhan tahun menggunakan pupuk anorganik, dan hasil panen seperti beras tetap dikonsumsi masyarakat tanpa masalah. Kuncinya ada pada dosis yang tepat,” ujarnya di Kampus UMY, Rabu (21/01/2026).
Gunawan menjelaskan, pupuk urea memiliki kandungan nitrogen hingga 46 persen, jauh melampaui pupuk organik yang rata-rata hanya sekitar lima persen. Nitrogen sendiri merupakan unsur utama pembentuk sel tanaman yang berperan penting dalam pembentukan protein dan hasil panen. “Reaksi pupuk urea cepat, sehingga tanaman segera mendapat manfaat. Sementara pupuk organik melepaskan unsur hara lebih lambat,” tambahnya.
Meski demikian, ia menilai menggantikan pupuk anorganik sepenuhnya dengan pupuk organik bukanlah solusi realistis. Kebutuhan pupuk organik bisa mencapai puluhan ton per hektare, jumlah yang sulit dipenuhi jika hanya mengandalkan pupuk kandang. “Bayangkan, untuk memenuhi kebutuhan itu dibutuhkan ribuan ternak. Tentu tidak mudah,” katanya.
Gunawan menekankan bahwa masalah muncul ketika pupuk digunakan secara berlebihan. Sama seperti obat, pupuk yang overdosis justru menimbulkan kerugian. Bahkan bahan organik pun bisa menimbulkan masalah bila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, ia mendorong penerapan konsep keseimbangan antara pupuk anorganik dan organik.
“Pupuk anorganik menyediakan unsur hara utama seperti Nitrogen, Fosfor, dan Kalium. Sementara pupuk organik berfungsi menjaga kesehatan tanah dengan memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi. Jika keduanya dipadukan, produktivitas bisa dicapai tanpa merusak lingkungan,” tutupnya.