UMY Kukuhkan Dua Guru Besar, Rektor Ingatkan Bahaya Disinformasi Digital

Rektor UMY, Prof Dr. Achmad Nurmandi
Sumber :
  • Humas UMY

BANTUL, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menorehkan sejarah akademik dengan mengukuhkan dua guru besar baru. Acara yang berlangsung pada Sabtu (24/01/2026) di Ruang Sidang Utama Gedung AR Fachruddin B, Kampus Terpadu UMY, tidak hanya menjadi momen pengukuhan, tetapi juga wadah refleksi atas tantangan besar yang dihadapi masyarakat di era digital.

img_title Semarak Kebersamaan Lansia dan PAUD Mantrijeron Jadi Wadah Pelayanan Publik

Rektor UMY, Prof Dr Achmad Nurmandi, dalam sambutannya menyoroti ancaman disinformasi yang kian masif. Menurutnya, teknologi modern bekerja secara sistematis membentuk persepsi publik, bahkan sering kali menyesatkan penggunanya. “Kita melihat betapa banyak warga Indonesia yang setiap hari dibohongi oleh teknologi. Informasi itu dirancang secara robotik, masuk ke dalam telepon genggam dan ruang privasi kita tanpa disadari,” ujarnya.

Nurmandi menegaskan bahwa teknologi tidak pernah bersifat netral. Tanpa literasi digital yang memadai dan lingkungan sosial yang sehat, teknologi justru berpotensi memperparah polarisasi serta meningkatkan kerentanan sosial. Ia menekankan pentingnya peran kampus dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat agar mampu memahami dampak luas informasi digital terhadap kehidupan. “Di sinilah kampus memiliki tanggung jawab besar, sebagaimana yang ditunjukkan Prof. Slamet hingga meraih jabatan guru besar,” tambahnya.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Pada sesi pertama, Prof Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kecerdasan Buatan Terapan. Dalam orasi ilmiahnya, Slamet menekankan perlunya pendekatan tekno-sosio dalam pengembangan kecerdasan buatan agar teknologi tetap berpihak pada manusia dan tidak menimbulkan dehumanisasi.

Rektor UMY juga menyinggung perjalanan panjang menuju jabatan guru besar yang penuh tantangan. Dari ratusan dosen, hanya sebagian kecil yang mampu mencapai jenjang tertinggi tersebut. Ia menekankan bahwa tuntutan publikasi internasional bereputasi kini semakin tinggi, namun hal itu tidak seharusnya mematahkan semangat para akademisi. “Standar yang semakin ketat harus menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” jelasnya.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Selain Slamet Riyadi, UMY juga mengukuhkan Prof Dr Ana Majdawati, dr., M.Sc., Sp.Rad(K) TR sebagai Guru Besar Bidang Radiologi, Subspesialis Radiologi Toraks. Pengukuhan ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat pendidikan dan layanan kesehatan berbasis keilmuan.

Halaman Selanjutnya
img_title