POPTI Batang Edukasi Pelajar SMAN 1 Bandar, Putus Rantai Talasemia Sejak Dini
- Viva Jogja
Batang –Kecamatan Bandar menjadi perhatian serius dalam penanganan talasemia di Kabupaten Batang.
Dari 43 kasus yang tercatat, 13 di antaranya berasal dari wilayah ini.
Kondisi tersebut mendorong Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang menggelar program POPTI Go to School di SMAN 1 Bandar, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan ini ebagai bagian dari misi “Batang Zero Talasemia.”
Dalam sosialisasi, dua dokter RSUD Kalisari Batang, Tan Evi Susanti dan Ibnu Mas’ud, menekankan bahwa talasemia bukan penyakit menular, melainkan genetika yang dapat dicegah melalui pemilihan pasangan hidup.
Mereka menjelaskan risiko 25% kelahiran anak dengan talasemia mayor jika sesama pembawa sifat menikah, serta pentingnya skrining Hb Elektroforesis sejak remaja.
"Antusiasme siswa terlihat tinggi, terutama anggota PMR yang diharapkan menjadi agen penyebar informasi di sekolah dan masyarakat,"tutur dr Tan Evi, Sp.A.
Ketua POPTI Batang, Nety Widjayanti, menegaskan bahwa edukasi ke sekolah merupakan langkah strategis untuk memutus mata rantai penyakit genetik ini.
"Ini sekaligus menyiapkan generasi sadar kesehatan demi masa depan Batang yang lebih baik,"pungkasnya.