Teknologi 3D-HA Buka Peluang Industri Kedokteran Hewan di Indonesia

Prof Dr drh Dhirgo Aji saat pengukuhan Guru Besar
Sumber :
  • Humas UGM

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Penggunaan teknologi pencetakan tiga dimensi dengan material hidroksiapatit (3D-HA) dinilai membuka harapan baru bagi dunia kedokteran hewan. Teknologi ini memungkinkan produksi prostesis yang dapat mempercepat penyembuhan fraktur serta menggantikan tulang rusak pada kasus patah tulang, sehingga meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan hewan.

img_title Mayoritas Pekerja Indonesia Masih Informal, Ekonom UGM Dorong Perlindungan Ketenagakerjaan

Hal tersebut disampaikan Prof Dr drh  Dhirgo Aji, saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Bedah Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (27/01/2026), di Balai Senat UGM. Dalam pidato pengukuhan berjudul Teknologi Pencetakan 3 Dimensi (3D) Material Hidroksiapatit untuk Penanganan Kasus Patah Tulang: Prospektif Industri Bidang Kedokteran Hewan, ia menyoroti sulitnya memperoleh material implan yang sesuai untuk trauma kompleks tulang pada hewan di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber hidroksiapatit (HA) yang melimpah sehingga pembuatan sintesis HA dapat dilakukan di dalam negeri. Beberapa laboratorium di lingkungan UGM bahkan telah mengembangkan riset biomaterial berbasis alami maupun sintetis, sebagian di antaranya sudah dipatenkan. “Bila semua peneliti disatukan, UGM bisa menjadi pelopor produsen biomaterial utama di Indonesia, bukan hanya untuk keperluan hewan, tetapi juga bagi masyarakat di masa depan,” ujarnya.

img_title Trauma Kompleks pada Dewasa Muda: Saat Rumah Tak Lagi Menjadi Ruang Aman

Dhirgo menegaskan, manfaat teknologi pencetakan 3D-HA di bidang veteriner sangat besar dalam mengoptimalkan penanganan trauma tulang. Karena itu, ia mendorong agar teknologi ini segera diinisiasi dan digunakan secara rutin di Indonesia. “Kesejahteraan hewan bukanlah slogan semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Indonesia dengan keragaman geografis dan kekayaan budaya yang luar biasa perlu menunjukkan kebesaran jiwa masyarakatnya melalui pelaksanaan kesejahteraan hewan,” pungkasnya.

 

img_title UGM Gelar Skrining Risiko Asma di Sekolah Yogyakarta