Sabet Juara Pertama di China, Tim Mahasiswa UGM Kembangkan Inovasi Kebencanaan

Tim UGM juara Global Sustainability Challenge
Sumber :
  • Dok Humas UGM

 

img_title UGM Raih 13 Medali di Olimpiade Nasional MIPA, Kokohkan Tradisi Prestasi Akademik

VIVA Jogja - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim yang dipimpin oleh Satwika Nino Wandhana, mahasiswa Ilmu Komputer FMIPA UGM, berhasil meraih juara pertama dalam ajang Global Sustainability Challenge Regional Final yang berlangsung di Zhejiang University, Hangzhou, pada 17–18 Januari 2026.

Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara selama tiga bulan, dengan dukungan penyelenggara dari Zhejiang University, Hong Kong University of Science and Technology (HKUST), serta Stanford Doerr School of Sustainability. Tim Tycoon yang mewakili UGM beranggotakan mahasiswa lintas disiplin, yakni Najwa W. Ayu, Nikita Dinda Azizah, dan Gustav Susanto dari FEB UGM, serta dua mahasiswa HKUST, Pranavi Kuntrapakam dan Anuk Ranaweera. Perbedaan latar belakang akademik dan lokasi kampus menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam hal koordinasi lintas zona waktu dan kesibukan masing-masing anggota.

img_title Dari Ladang ke Panggung Prestasi: Perjalanan Deni Maulana Menjadi Mahasiswa Berprestasi UGM

Dalam kompetisi tersebut, tim Tycoon memperkenalkan inovasi bernama Resilient360, sebuah platform manajemen kebencanaan terintegrasi yang menggabungkan sistem peringatan dini, aplikasi komunitas, dan drone logistik berbasis kecerdasan buatan. Teknologi ini dirancang untuk mempercepat respons darurat, mengatasi masalah koordinasi yang terfragmentasi, serta memperbaiki distribusi bantuan. Melalui peta geospasial real-time dan sistem komando terpusat, Resilient360 diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mempercepat penyaluran bantuan di wilayah terdampak bencana.

Meski telah meraih penghargaan, tim Tycoon menegaskan bahwa tujuan mereka tidak berhenti pada kompetisi. Mereka berharap prototipe ini dapat diimplementasikan di Indonesia, mengingat tingginya risiko bencana di berbagai daerah. Gustav Susanto menyampaikan bahwa dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar ide ini bisa diwujudkan. Sementara itu, Najwa W. Ayu menambahkan harapan agar universitas turut memberikan dukungan penuh, tidak hanya dari fakultas, sehingga delegasi mahasiswa dapat lebih siap bersaing di ajang internasional.

img_title RI Rencanakan Pembangunan PLTN, UGM Siap Dukung dari Sisi SDM

Kemenangan ini menjadi bukti kapasitas mahasiswa Indonesia dalam menghadirkan solusi nyata terhadap isu keberlanjutan global. Resilient360 bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga wujud kepedulian generasi muda terhadap tantangan kebencanaan yang dihadapi masyarakat dunia.