UGM–ANRI Sepakat Perkuat Arsip Nasional dan Memori Kolektif Bangsa
- Dok Humas UGM
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Perpustakaan dan Arsip menerima kunjungan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Dr Mego Pinandito beserta jajaran. Pertemuan ini menandai langkah strategis kedua lembaga dalam memperkuat peran arsip sebagai sumber pengetahuan sekaligus fondasi memori kolektif bangsa.
Dalam dialog yang berlangsung di ruang sidang Arsip UGM, Mego menegaskan pentingnya tata kelola arsip yang berkelanjutan. Ia menilai UGM memiliki potensi besar sebagai model pengelolaan kearsipan, mengingat sejarah panjang, jumlah unit akademik, serta kekayaan koleksi yang dimiliki. “UGM dapat menjadi contoh bagi institusi lain dalam pengembangan arsip. Karena itu, kami ingin memperkuat kerja sama dengan UGM,” ujarnya.
Salah satu agenda yang dibahas adalah pengembangan program studi magister terkait kearsipan. Menurut Mego, program tersebut bisa dirancang fleksibel dan lintas fakultas, mencakup aspek data science hingga pemanfaatan substansi arsip.
Kepala Perpustakaan dan Arsip UGM, Arif Surachman, SIP., MBA., menyambut baik rencana tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kerja sama juga mencakup penyelenggaraan International Symposium on Digital Records and Archives (ISDRA) dengan UGM sebagai tuan rumah. Selain itu, ANRI mendorong UGM untuk aktif dalam jaringan kearsipan nasional, termasuk mendukung digitalisasi arsip di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Arif menambahkan, UGM memiliki koleksi arsip bernilai strategis, seperti dokumen penting milik Bung Hatta. Koleksi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari rencana ANRI mendirikan Pusat Khasanah Arsip Budaya Nusantara. “Koleksi UGM bisa menjadi sumber utama dalam membangun pusat arsip budaya,” jelasnya.
Kerja sama juga diarahkan pada kolaborasi dengan Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperkuat narasi sejarah tokoh bangsa, termasuk Dr. Sardjito. Di sisi lain, UGM berharap ANRI dapat mendukung pemberdayaan SDM melalui program pendidikan dan pelatihan kearsipan.
Dalam waktu dekat, program yang akan segera diwujudkan adalah penyusunan naskah sumber untuk memori kolektif bangsa. Sementara itu, kerja sama jangka panjang difokuskan pada kurasi arsip berkelanjutan agar nilai historis tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara luas.