Hadiri Kuliah Umum di ISI Yogyakarta, Menaker Bahas Program Pemagangan Seni dan Ekonomi Kreatif
- jogja.viva.co.id/Cahyo PE
BANTUL, VIVA Jogja - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Program Pemagangan untuk Penguatan Daya Saing SDM Seni dan Ekonomi Kreatif, Kamis (29/01/2026) di Comcert Hall ISI Yogyakarta. Kuliah umum ini menghadirkan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof Yassierli, Ph.D.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri atas pimpinan perguruan tinggi, mitra industri, mahasiswa serta para pemangku kepentingan lintas sektor
Kuliah umum ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya strategis ISI Yogyakarta untuk menjembatani dunia pendidikan tinggi seni dengan dunia kerja dan industri kreatif yang terus mengalami perubahan cepat.
Melalui forum ini, mahasiswa dan alumni memperoleh pemahaman langsung mengenai kebijakan nasional ketenagakerjaan, khususnya terkait program pemagangan sebagai jalur transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja (school to work transition)
Rektor ISI Yogyakarta Irwandi dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan seni dan ekonomi kreatif saat ini menuntut talenta yang tidak hanya unggul secara artistik, tetapi juga adaptif, memiliki literasi industri, serta kesiapan kerja yang kuat.
Irwandi menyebut pemagangan dipandang sebagai bagian penting dari pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning) yang harus terintegrasi dengan proses pendidikan di perguruan tinggi seni
“Program pemagangan menjadi jembatan strategis antara dunia akademik dan dunia kerja. Mahasiswa seni tidak cukup hanya menghasilkan karya, tetapi juga perlu memahami konteks industri, pola kerja profesional, dan jejaring yang relevan,” ujar Irwandi.
ISI Yogyakarta, lanjut Irwandi, terus mendorong penguatan kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan industri dalam membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia seni dan kreatif yang berkelanjutan
Sementara itu Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli memaparkan potret ketenagakerjaan Indonesia terkini serta tantangan global yang akan dihadapi dunia kerja ke depan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan berbagai laporan internasional, Indonesia memiliki angkatan kerja yang besar, namun dihadapkan pada tantangan kualitas, kesenjangan keterampilan, serta perubahan jenis pekerjaan akibat disrupsi teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI)
Menaker menjelaskan bahwa hingga tahun 2030 diproyeksikan jutaan pekerjaan akan hilang atau tergantikan oleh teknologi, namun pada saat yang sama akan muncul jenis-jenis pekerjaan baru, khususnya di sektor ekonomi digital dan kreatif.