UMY–Kwarda DIY Kolaborasi Bangun Kesadaran Mitigasi Bencana
- Dok Humas UMY
BANTUL, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) menggandeng Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY meluncurkan program pengabdian masyarakat bertema edukasi dan mitigasi bencana. Acara peluncuran berlangsung di Bumi Perkemahan Babarsari dan diikuti anggota Pramuka dari seluruh kabupaten/kota di DIY.
Program ini melibatkan 16 dosen UMY yang ditugaskan memberikan pelatihan kebencanaan kepada Pramuka. Ketua pelaksana, Dr drg Laelia Dwi Anggraini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari skema khusus pengabdian masyarakat UMY. “Kami berharap pengetahuan yang diperoleh bisa ditularkan ke wilayah masing-masing sehingga terbentuk jaringan edukasi kebencanaan yang luas,” ujarnya.
Selain edukasi, UMY juga menyerahkan hibah pengelolaan sampah mandiri kepada Kwarda DIY dan Kwarcab Sleman sebagai proyek percontohan berbasis keluarga. Laelia menekankan bahwa kesadaran mitigasi bencana harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk pengelolaan sampah rumah tangga.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Zuly Qodir, menambahkan bahwa mitigasi tidak hanya menyangkut bencana alam, tetapi juga bencana sosial. “Bencana sosial bisa diminimalkan melalui literasi dan edukasi. Peran dosen, mahasiswa, dan Pramuka sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat,” katanya.
Ketua Kwarda DIY, GKR Hayu, menyambut baik kerja sama ini dan menilai langkah tersebut strategis untuk membangun ketangguhan generasi muda. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip reduce, reuse, recycle dalam keseharian Pramuka. “Program ini bukan sekadar mengatasi limbah, tetapi juga mendorong paradigma pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Launching ditandai dengan pembukaan resmi oleh GKR Hayu dan penyerahan hibah simbolis kepada Kwarda DIY. Melalui kolaborasi ini, UMY dan Kwarda DIY berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang tangguh, peduli lingkungan, dan sadar risiko bencana.