Desa Wisata Kaji Luncurkan Angkringan dan Wisata Ikan Hias, Menatap Panggung Dunia

Wisata Ikan Hias di Bantul
Sumber :
  • Istimewa

BANTUL, VIVA Jogja - Desa Wisata Kaji di Padukuhan Kadisroso, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, kembali menorehkan langkah penting dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Desa yang dikenal dengan kekuatan partisipasi warganya ini resmi meluncurkan Angkringan Desa Wisata Kaji dan Paket Wisata Ikan Hias. Kehadiran dua program unggulan ini diharapkan mampu memperkaya daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

img_title Bantul Genjot Program Pro-Rakyat di Hari Jadi ke-195, Sultan Tekankan Eksekusi Nyata

Ketua Desa Wisata Kaji, Muhammad Gama Ramadhan, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak. Dukungan Dana Keistimewaan DIY, Dana Desa Mandiri Budaya, serta Paniradya Keistimewaan melalui Kalurahan Gilangharjo telah diwujudkan dalam pembangunan Pendopo Dewi Kaji dan pengembangan budidaya ikan hias. Pendopo tersebut kini menjadi pusat kegiatan seni, budaya, sekaligus ruang edukasi wisata. Ia menambahkan bahwa Angkringan Desa Wisata Kaji sudah berjalan selama satu bulan terakhir dengan pengelolaan barista lokal, dan kepengurusan desa wisata melibatkan sebanyak mungkin warga agar manfaatnya benar-benar dirasakan bersama.

Perwakilan Dinas Pariwisata DIY, Siti Imawati, menilai Desa Wisata Kaji sebagai pionir inovasi wisata berbasis budaya dan edukasi. Paket wisata ikan hias menurutnya bukan sekadar atraksi visual, melainkan pengalaman belajar tentang teknik budidaya, pemasaran digital, hingga peluang ekspor. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga diajak merasakan dan memahami proses yang ada. Kehadiran angkringan menambah nuansa khas, sehingga Kaji berpotensi dikenal lebih luas, bahkan hingga tingkat internasional.

img_title Wamen PKP Dorong Penataan Kawasan Bantul Hadapi Urbanisasi, Hunian Vertikal Jadi Salah Satu Solusi

Panewu Pandak turut memberikan apresiasi dengan menyoroti peran aktif pemuda desa dalam mengelola usaha produktif. Budidaya ikan hias kini tidak hanya dipasarkan secara langsung, tetapi juga melalui platform daring. Data internal desa mencatat bahwa dalam satu bulan terakhir penjualan ikan hias secara online meningkat sekitar 20 persen dibandingkan penjualan langsung. Hal ini menunjukkan kemampuan desa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia berharap Desa Wisata Kaji menjadi destinasi keluarga yang lengkap: tempat bersantai menikmati angkringan, belajar budaya, sekaligus membeli ikan hias sebagai oleh-oleh.

Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, menegaskan komitmen DPRD dalam mendukung pengembangan pariwisata dan kebudayaan. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program agar tidak berhenti pada seremoni semata. Menurutnya, paket wisata harus semakin kreatif, jumlah pengunjung terus meningkat, dan manfaat ekonominya benar-benar dirasakan seluruh warga. Sinergi lintas pihak menjadi kunci agar Desa Wisata Kaji terus bertumbuh dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Gedung Bekas Mandala Teater Wates Menanti Revitalisasi, Kulonprogo Siapkan Hibah Aset untuk Ruang Kreatif Baru